PAM Tirta Karajae Benahi Sarana dan Prasarana Pendistribusian Air

“Kita lihat saat ini, daya tampung air sungai ini sangat rendah sekarang, posisinya serba salah, kalau hujan dua hari berturut-turut dan tidak ada jeda maka bisa saja terjadi jebolan, akan tetapi jika tidak ada hujan dan panas seperti ini maka sungai ini kering lagi,” ujarnya.

Terkait masalah itu lanjut Firdaus, menjadi perhatian khusus secara konsisten agar ketinggian air tetap dan tidak ada lagi kerusakan.

“Sambil melakukan pembenahan-pembenahan di awal 2023 ini, kita masih mampu menyelesaikan pasokan air bersih yang ada di instalasi pengolahan air minum karajae, apalagi di sini ada 5 IPA namanya sumur intake yang dapat menarik air ke atas masuk ke pengolahan melalui tiga tahapan yang dilewati untuk sampai ke pelanggan,” jelasnya.

Firdaus mengungkapkan, pihaknya juga bersyukur jika terjadi kerusakan di Salo Karajae, kata dia sejak tahun 2014 di masa Pemerintahan Wali Kota Parepare (Taufan Pawe) dan Wakilnya (Pangerang Rahim), memang konsisten untuk menyelesaikan masalah-masalah air di masyarakat dengan menghadirkan 17 sumur bor dalam dengan sistem geolistrik serta 5 reservoir yang bisa memproduksi air bersih 20 liter perdetik dalam satu titik, dan bisa menyuplai ketersediaan air bersih di sejumlah titik.