Parepare, PORTAL- memasuki hari kedua, Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Totok Budiyanto terus melakukan Monitoring Pelaksanaan Skrining TBC Metode Chest X-ray (Mobile Rontgen) Kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari program Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui Direktorat Kesehatan Dan Rehabilitasi pada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor : PAS.06-PK.06.07-710 tentang Skrining TBC dengan Intervensi Rontgen Dada.
“Kegiatan ini dilakukan secara bertahap. Karena total WBP yang didaftar itu 603 orang. Saat ini sudah ada sebanyak 400 orang yang sudah melakukan screening. Selebihnya, kita tuntaskan besok dihari ketiga,” papar Totok.
Kegiatan ini lanjut totok untuk mengoptimalkan angka penemuan kasus TBC secara aktif dan masif pada kelompok komunal yg berisiko tinggi/rentan terhadap penularan atau penyebaran di dalam komunitas khususnya Lapas/Rutan.
“Teknis pelaksanaan kegiatan pemeriksaan dimulai dengan pendaftaran pendataan dan pengisian formulir selanjutnya dengan bantuan petugas, satu per satu Warga Binaan masuk ke dalam unit kendaraan bus yang dilengkapi dengan teknologi sinar X-Ray,” lanjutnya.
Pemeriksaan Tes Cepat Molekular/TCM dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan petugas kesehatan Lapas Parepare. Sementara skrining CXR dilakukan oleh tim vendor X-Ray Tirta Medical Center (TMC) dan pemeriksaan sputum TCM dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Parepare.
Sementara, Kepala Bidang Pembinaan Dan Teknologi Informasi Kanwil Kemenkumham Sulawesi Selatan, Rahnianto menyampaikan apabila ada Warga Binaan dengan hasil rongent yang mengindikasikan adanya infeksi TBC, maka akan dilakukan pemeriksaan dahak dengan Tes Cepat Molekuler (TCM) dan pengobatan lebih lanjut.
“Langkah cepat dan tanggap akan di lakukan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran penyakit TBC ini. Apabila Warga Binaan ada yang terindikasi maka akan segera ditangani oleh Petugas Medis dengan penanganan yang tepat,” tandasnya.
