Umumnya kondisi kegawatdaruratan trauma berkaitan dengan cedera fisik sehingga membutuhkan tindakan pembedahan.
Sedangkan kegawatdaruratan non trauma berkaitan dengan kegagalan sistem saraf, pernapasan, dan sebagainya.
Umumnya pada anak-anak kondisi kegawatdaruratan nontrauma sering terjadi dengan beberapa ciri-ciri yang harus diketahui oleh masing-masing orang tua.
“Ciri-ciri kegawatdaruratan non trauma pada anak seperti hilangnya kesadaran (penurunan respon, susah diajak berbicara/melantur), sesak napas (tarikan napas berlebih hingga membiru di mulut dan sekitar lidah), nyeri kepala hebat, tidak dapat berjalan secara tiba-tiba, muntah, nyeri dan diare hebat hingga dehidrasi, dan demam tinggi,” jelasnya.
Apabila orang tua menghadapi buah hatinya dengan tanda-tanda di atas, lanjut dia, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah memberikan pertolongan kegawatdaruratan dan sebisa mungkin tidak panik.
“Karena kasus kegawatdaruratan ini memerlukan ketepatan serta kecepatan waktu tanggap dalam memberikan tindakan pertolongan,” pungkasnya.