Tujuannya agar masyarakat dapat mempraktikkan sendiri upaya pencegahan stunting. Sasaran utama program ini adalah calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca persalinan, dan balita.
Dian Lestari juga menekankan peran penting PKK dalam penanganan dan pencegahan stunting.
“PKK berperan dalam meningkatkan gerakan kader kelompok dasawisma melalui kunjungan rumah, mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), penguatan pengelolaan posyandu, serta mengembangkan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang mendukung Kesehatan Ibu dan Anak (KIA),” jelasnya.
Kepala DPPKB Kota Parepare, Amarun Agung Hamka, menyampaikan beberapa upaya pencegahan stunting yang disosialisasikan dalam program tersebut.
“Memenuhi asupan gizi yang cukup sebelum dan selama kehamilan, mencukupi asupan gizi selama 1000 hari pertama kehidupan anak, memberikan ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan, melakukan pemeriksaan rutin ke posyandu, dan memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap,” jelasnya.