“UMKM sangat mempengaruhi angka kemiskinan dan pengangguran,” katanya.
Ia menilai masalah utama UMKM bukan pada modal, melainkan akses terhadap permodalan yang masih dipersulit.
Untuk mendukung pelaku UMKM, Pemkot Parepare telah mengeluarkan kebijakan agar ritel-ritel menyediakan kontainer gratis di depan tokonya untuk berjualan produk UMKM.
Basuki juga menekankan pentingnya pembukuan keuangan dalam menjalankan usaha.
Narasumber dari Rumah BUMN, Hendra Wijaya, memberikan materi tentang penyusunan business plan dan strategi promosi.
Ia menekankan pentingnya pelaku usaha mampu melihat tren pasar saat ini dan mempromosikan keunggulan serta manfaat produk mereka.
“Buat prospek usaha untuk menganalisa kebutuhan dan target pasar,” ujar Hendra.
Ia juga memperkenalkan metode pemasaran 4P (Product, Price, Promotion, Place) sebagai panduan dalam mengembangkan strategi bisnis.
Pelatihan ini difasilitasi oleh Yadi Arosdhiskara, Fasilitator Pengembangan Ekonomi sekaligus akademisi dari Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR).
