Dewan Pendidikan dan Disdik Pangkep Gelar Dialog Pendidikan, Tegaskan Kolaborasi untuk Mutu Pendidikan Merata

 

 

Pangkep – Dewan Pendidikan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan melaksanakan Dialog Pendidikan di Aula SMK Negeri 1 Pangkep, Jl. Sambungjawa, Kelurahan Samalewa, Kecamatan Bungoro, pada Rabu, 3 Desember 2025.

Dialog publik yang mengangkat tema “Partisipasi Stakeholder Pendidikan Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” ini didukung langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pangkep, Dr. Sabrun Jamil, S.Pi., M.P., dengan menghadirkan narasumber H. Syawir, S.Pd., M.Pd., dan Baso Wahab, S.Pd., M.Pd.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pangkep, Drs. H. Mustari Syam, MM, didampingi Sekretaris Dewan Pendidikan, H. Rizal Syarief, S.Sos., M.Si., selaku moderator, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar berdasarkan Program Kerja Dewan Pendidikan Tahun 2023 serta sebagai pelaksanaan fungsi dan peran Dewan Pendidikan sesuai amanah Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Pasal 192 ayat 2, 3, dan 4.

“Dialog ini merupakan bagian dari Forum Konsultasi Publik Layanan Pendidikan yang melibatkan Dewan Pendidikan bersama stakeholder seperti Dinas Pendidikan, Ketua PGRI, Pengawas Sekolah SD-SMP, Ketua MKKS, Ketua KKKS, dan Ketua Komite Sekolah,” ujarnya.

H. Mustari menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan, khususnya komite sekolah, dewan guru, dan kepala sekolah, agar dapat berpartisipasi bersama dalam memajukan pendidikan.

Senada dengan itu, Sekretaris Dewan Pendidikan, H. Rizal, menyampaikan bahwa hasil dialog hari ini akan diramu menjadi rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Pangkep.

Narasumber pertama, H. Syawir, menjelaskan bahwa dialog ini penting karena dapat mempertemukan seluruh stakeholder pendidikan untuk saling memahami program prioritas pemerintah serta bersinergi menciptakan pendidikan bermutu bagi semua.

Sementara itu, narasumber kedua, Baso Wahab, menegaskan bahwa kolaborasi dan sinergi adalah kunci utama. “Tanpa kolaborasi dan sinergi, mutu pendidikan untuk semua tidak mungkin dicapai,” tandasnya.

Dalam kesimpulan, H. Mustari mengemukakan sejumlah usulan, termasuk penerapan belajar lima hari kerja untuk tingkat SMP dan SD, bimbingan teknis pembelajaran mendalam, peningkatan pengawasan oleh Satpol PP, serta usulan lainnya yang akan disampaikan kepada Bupati Pangkep dan instansi terkait.(Hasra)