PORTAL — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Parepare menggelar evaluasi dan refleksi akhir tahun 2025 di aula Lapas pada Rabu (31/12/2025).
Kegiatan yang dipimpin langsung Kepala Lapas Parepare, Marten, didampingi seluruh jajarannya ini mengungkap sejumlah capaian kinerja sepanjang tahun.
Dalam laporannya, Marten memaparkan bahwa Lapas Parepare saat ini menampung 602 warga binaan yang terdiri dari 93 tahanan dan 509 narapidana.
Institusi pemasyarakatan ini dikelola oleh 82 pegawai yang bertugas melakukan pembinaan dan pengawasan.
“Selama tahun 2025, kami telah melakukan 74 kali penggeledahan atau razia kamar hunian warga binaan pemasyarakatan sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban,” ungkap Marten.
Lapas Parepare mengimplementasikan berbagai program pembinaan kepribadian melalui pembinaan mental dan keagamaan, program pendidikan kesetaraan paket A, B, dan C, kegiatan Pramuka, serta program rehabilitasi sosial.
Di bidang kemandirian, warga binaan mendapat pelatihan barista, bakery, hidroponik, pengelasan, dan partisi ruangan. Selain itu, tersedia pula kegiatan kerja kemandirian di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan.
Dalam aspek pelayanan publik, Lapas Parepare fokus memberikan hak remisi, hak integrasi, pemenuhan kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan, serta layanan kunjungan keluarga atau kerabat bagi warga binaan.
“Kami juga telah melakukan perbaikan sarana dan prasarana agar lebih baik dalam menunjang kegiatan pembinaan,” tambah Marten.
Pencapaian paling membanggakan adalah realisasi anggaran yang mencapai 99,78 persen. Dari pagu anggaran sebesar Rp13,2 miliar, Lapas Parepare berhasil merealisasikan Rp12,7 miliar untuk berbagai program dan kegiatan sepanjang 2025.
