Pelajar SMK Tenggelam di Pantai Lumpue Ditemukan Meninggal Setelah 3 Hari Pencarian

PORTAL — Operasi SAR gabungan berhasil menemukan jasad Muhammad Ikmar (17), pelajar SMKN 1 Parepare yang tenggelam di Pantai Lumpue pada Senin (12/1) pagi.

Korban ditemukan nelayan setempat pada hari ketiga pencarian dalam kondisi meninggal dunia.

Pencarian intensif yang melibatkan hampir 100 personel dari berbagai unsur SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil pada hari ketiga.

Jasad korban ditemukan oleh nelayan setempat pada pukul 11.17 WITA di sela bebatuan karang tepi Pantai Lumpue, sekitar 500 meter dari titik awal kejadian.

Muhammad Ikmar, siswa berusia 17 tahun yang beralamat di Jalan Puang Cara, Kelurahan Tiro Sompe, dilaporkan tenggelam pada Sabtu (10/1) sekitar pukul 13.15 WITA saat berenang bersama teman-temannya. Cuaca buruk dan ombak kencang menyebabkan korban terseret arus laut.

Operasi pencarian hari ketiga, Tim SAR gabungan melakukan penyisiran darat, laut, dan pemantauan udara menggunakan drone thermal milik Pos TNI AL Pinrang.

Setelah ditemukan, proses evakuasi selesai pada pukul 11.45 WITA dan jenazah dibawa ke RSUD Andi Makkasau untuk pemeriksaan forensik.

Komandan Pos TNI AL Pinrang, Letda Laut (P) Walno, menyatakan bahwa penggunaan drone thermal sangat membantu efektivitas pemantauan area yang sulit dijangkau. “Operasi ini juga didukung dengan 4 unit perahu karet (LCR) dan peralatan selam dari berbagai instansi,” ujarnya.

Kalaksa BPBD Kota Parepare, Rasdy Gery, yang memimpin apel penutupan Posko SAR pada pukul 13.00 WITA, mengapresiasi sinergitas solid antara TNI, Polri, Basarnas, dan Pemerintah Daerah dalam operasi ini.

Pihak TNI AL mengingatkan bahwa kondisi cuaca di perairan Parepare dan Pinrang saat ini masih fluktuatif dengan ombak kuat. Masyarakat pesisir diimbau untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di pantai, terutama saat cuaca buruk.

Setelah pemeriksaan forensik di RSUD Andi Makkasau, jenazah Muhammad Ikmar diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan di rumah duka.