SULSEL, Portalinsiden.com – Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengutuk keras penangkapan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Presiden Venuzuela Nicolas Maduro.
Pernyataan ini, lantang disampaikan oleh Ketua LMND Sulsel, Haerul Anwar usai aksi penangkapan tersebut. Ia menegaskan, penangkapan yang dilakukan AS adalah bentuk pengkhianatan terhadap hukum internasional.
Menurutnya, penangkapan yang dipimpin oleh Donald Trump sebagai dominasi dan perilaku brutal yang mengancam kedaulatan dan distabilitas geopolitik dunia.
Haerul juga menilai, AS terlalu ikut campur dalam urusan politik dalam negri venuzuela. “Kita menentang keras segala bentuk intervensi militer terhadap negara berdaulat,” ujarnya ke awak media, Selasa (13/01/2026).
“AS mengabaikan prinsip perdamaian yang disepakati dalam hukum internasioanal dan akan memicu arus gelombong terhadap tatanan dunia, AS telah bertindak sepihak tanpa mengindahkan norma-norma diplomatik global. Menunjukkan arogansi sebagai negara adidaya di tatanan dunia,” sambung Haerul.
Lebih lanjut, ia pun menuturkan jika Venuzuela adalah negara berdaulat yang diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sehingga, venuzuela memiliki kedudukan penuh atas kemerdekaannya.
“Oleh karena itu, kita mengancam segala bentuk dominasi atas negara berdaulat dan mendorong PBB memberikan sanksi tegas terhadap Amerika Serikat,” pungkasnya.
Atas peristiwa tersebut, LMND Sulsel menyerukan kepada semua pihak agar menyuarakan perlawanan terhadap Amerika Serikat, serta mendorong pemerintah Indonesia untuk bersikap tegas dengan adanya kejadian ini.
“Kita menganggap sikap pemerintah adalah bentuk komitmen atas perdamaian dunia yang tegas dalam UUD 1945,” tutupnya.
