KONI Sulsel Dukung Pencabutan Rekomendasi Event Baku Tumbuk di Parepare
PORTAL — Ketua Harian KONI Sulawesi Selatan, Insinyur Chalik Suang, meminta pengurus Kickboxing Parepare mencabut rekomendasi untuk event bertajuk baku tumbuk.
Menurutnya, event tersebut bukan merupakan kegiatan resmi kickboxing dan tidak seharusnya mendapat rekomendasi dari cabang olahraga tersebut.
“Event itu murni bukan kickboxing yang laksanakan. Kemudian kickboxing seharusnya tidak mengeluarkan rekomendasi. Makanya kami minta supaya rekomendasi itu dicabut,” tegas Chalik yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua KBI Provinsi Sulsel, Kamis (15/1/2026).
Chalik mempersoalkan penggunaan nama baku tumbuk yang dinilai tidak mencerminkan bahasa olahraga yang baik.
“Dari segi namanya saja, baku tumbuk itu bukan bahasa-bahasa olahraga. Terkesan pertandingan-pertandingan liar, seolah-olah tidak memiliki aturan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kickboxing yang diakui hanya ada dua jenis, yakni yang menggunakan tatami dan yang menggunakan ring. Sementara event baku tumbuk dinilai tidak masuk dalam kategori tersebut.
Chalik juga menyoroti tidak adanya koordinasi dengan KONI Parepare dalam penyelenggaraan event tersebut.
“Seharusnya berkoordinasi dengan KONI sebagai induk yang membina olahraga prestasi daerah. Sementara baku tumbuk itu bukan untuk mencari prestasi, terkesan komersil,” katanya.
Menurutnya, cabang olahraga tidak boleh diarahkan untuk kepentingan komersial. “Cabang olahraga di daerah tujuannya untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi yang bisa mengharumkan nama daerah, dibawah pembinaan KONI,” tegasnya.
Chalik mengapresiasi sikap KONI Parepare yang menolak memberikan rekomendasi untuk event tersebut.
“Saya selaku Ketua Harian KONI Provinsi, langkah yang diambil KONI Parepare sudah tepat. Tidak membenarkan dan tidak memberikan rekomendasi,” ucapnya.
Ia mengingatkan bahwa olahraga perkelahian penuh dengan risiko. “Kalau tidak dikelola oleh orang yang tepat, bukan Pertina yang adakan, bukan kickboxing yang adakan, kita tidak bisa jamin keamanannya. Seolah-olah perkelahian bebas,” ujarnya.
Hingga saat ini, Chalik mengaku belum menerima tembusan atau informasi dari kickboxing Parepare terkait event tersebut. “Tidak ada tembusan dari kickboxing Parepare. Makanya saya bilang, suruh dia cabut,” tandasnya.
Chalik berpesan kepada seluruh cabang olahraga di bawah naungan KONI agar selalu berkoordinasi saat mengadakan kegiatan.
“Cabor wajib berkoordinasi dengan KONI. Jangan melakukan kegiatan yang kesannya komersil untuk mencari keuntungan. Event harus semata untuk melahirkan atlet berprestasi, bukan orientasi bisnis atau mencari uang,” pesannya.
Chalik mengimbau agar penyelenggara event tidak menggunakan logo KONI atau kickboxing jika tidak mendapat izin resmi. “Jangan bawa-bawa nama KONI, apalagi ada logo-logo KONI atau kickboxing,” tutupnya.
