PKK Parepare Deklarasi “Zero Stunting 2029” di Kelurahan Lemoe

PORTAL — Pokja IV PKK Kota Parepare menggelar sosialisasi dan penguatan komitmen Program Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB) dengan fokus peduli stunting di Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki.

Kegiatan yang dibuka oleh Camat Bacukiki didampingi Ketua TP PKK Kecamatan Bacukiki ini dihadiri berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) antara lain Dinas Kesehatan, PKP, DP3A, Ketahanan Pangan, DLH, Perkimtan, PPKB, serta instansi vertikal Kemenag dan KUA Kecamatan Bacukiki.

Turut hadir Kepala Puskesmas Lemoe dan Lompoe, PLKB Kecamatan Bacukiki, Pokja IV PKK tingkat kota, kecamatan dan kelurahan, serta Ketua RW dan kader se-Kelurahan Lemoe.

Camat Bacukiki, Muhammad Syakir, menjelaskan bahwa GKSTTB merupakan program PKK yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas keluarga dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

“Bencana yang dimaksud bukan hanya bencana alam, melainkan juga bencana kesehatan termasuk stunting,” ujarnya.

Ketua Pokja IV TP PKK, dr. Nurhamidar Aslan, menegaskan, GKSTTB merupakan program unggulan yang bertujuan membentuk individu, keluarga dan masyarakat agar mampu mandiri dan berperan aktif mewujudkan kesehatan serta kelestarian lingkungan.

Berdasarkan Keputusan Ketua TP PKK Kota Parepare, Kelurahan Lemoe ditetapkan sebagai lokus GKSTTB Peduli Stunting dari sembilan program GKSTTB.

“Ada tujuh indikator yang dimonitor dalam program ini. Untuk mencapainya, intervensi pencegahan stunting harus dimulai dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sejak hamil hingga dua tahun pasca kelahiran, dan tentu saja diperlukan komitmen kita semua,” tegas Ketua Pokja IV PKK.

Sekretaris Pokja IV PKK Kota, Kasna, selaku moderator yang memimpin Focus Group Discussion (FGD) melaporkan, seluruh peserta menyatakan kesiapan untuk bersinergi dan mendukung kegiatan peduli stunting menuju Zero Stunting 2029 sesuai peran dan tupoksi masing-masing.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan yang memiliki peran krusial sebagai penggerak, fasilitator dan pengawas memastikan program peduli stunting akan berjalan hingga tingkat keluarga