Srikandi PPPLR Deklarasikan Dukungan Provinsi Luwu Raya Lewat Zikir, Selawat dan Doa Bersama

LUWU UTARA, Portalinsiden.com — Srikandi Perempuan Pejuang Provinsi Luwu Raya (PPPLR) Kabupaten Luwu Utara menggelar Zikir, Selawat dan Doa Bersama.

Diselenggarakan sebagai bentuk deklarasi dukungan terhadap perjuangan pemekaran Provinsi Luwu Raya. Berlangsung di Halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu Utara, Jumat (13/02/2026).

Dipimpin oleh Koordinator Srikandi PPPLR, Dewi Rosiana Saputri Nur S. Kep., Ns., bersama jajaran, serta diikuti oleh anggota dan simpatisan dari berbagai elemen lembaga keperempuanan.

Koordinator Srikandi PPPLR yang akrab disapa Dewi Rose ini mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk ikhtiar spiritual, sekaligus dukungan nyata dari kaum perempuan terhadap perjuangan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya.

“Kami melaksanakan zikir, selawat dan doa bersama ini untuk mendukung pemekaran Provinsi Luwu Raya. Dengan mekarnya, tentu itu akan mendorong percepatan pembangunan dan pemerataan kesejahteraan di wilayah Luwu Raya,” ujarnya.

Ia juga berharap agar aspirasi masyarakat yang menginginkan provinsi baru ini dapat didengar oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sehingga proses pembentukan DOB Luwu Raya segera direalisasikan. “Kita berharap, melalui jalur diskresi Presiden, Provinsi Luwu Raya mekar,” tuturnya.

“Zikir, selawat dan doa bersama ini kita laksanakan dengan tujuan untuk mendoakan agar para pemimpin kita dibukakan hatinya agar segera mewujudkan keinginan masyarakat se-Tana Luwu, yakni Luwu Raya mekar menjadi provinsi, bukan makar,” pungkas Dewi Rose.

Kegiatan tersebut, berlangsung khidmat. Dilaksanakan sebagai simbol komitmen kaum perempuan dalam mendukung perjuangan pemekaran wilayah, sekaligus memperkuat solidaritas masyarakat dalam mewujudkan Provinsi Luwu Raya.

Adapun teks naskah deklarasi yang dibacakan saat usai Zikir, Selawat dan Doa Bersama, yakni sebagai berikut:

DEKLARASI PEREMPUAN LUWU RAYA
Hari ini kami berdiri.
Bukan sebagai pelengkap sejarah,
tetapi sebagai penggerak perubahan.
Kami menyatakan:
Provinsi Luwu Raya adalah hak konstitusional rakyat.
Bukan sekadar wacana, tetapi kebutuhan keadilan.
Kami perempuan Luwu Raya,
siap mengawal perjuangan ini
sampai terwujud.