PORTALINSIDEN.COM, Mamuju – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulawesi Barat menggelar kegiatan Bincang-bincang Konstruksi Panel Lantai “Revolusi Bangunan Modern” pada Kamis, 12 Februari 2026, bertempat di Kantor Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Barat.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran bidang teknis lingkup Dinas PUPR Sulbar, yakni Bidang Cipta Karya, Bina Marga, dan Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA). Turut hadir pula perwakilan Balai Penataan Bangunan dan Prasarana Kawasan Wilayah Sulawesi Barat. Forum ini menjadi ruang strategis untuk membahas inovasi konstruksi sekaligus memperkuat rantai pasok material bangunan, khususnya teknologi panel lantai beton ringan.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Barat, Surya Yuliawan Sarifuddin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguatan inovasi rantai pasok konstruksi merupakan bagian penting dalam mendukung visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Untuk mencapai Indonesia Emas 2045, sektor konstruksi harus bertransformasi. Inovasi dalam rantai pasok, termasuk penggunaan panel lantai beton yang lebih efisien dan ramah lingkungan, menjadi salah satu langkah konkret dalam meningkatkan daya saing daerah,” ujar Kadis PUPR Sulbar.
Surya Yuliawan Sarifuddin juga menegaskan bahwa penggunaan teknologi panel lantai sejalan dengan visi dan misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yaitu membangun infrastruktur yang berwawasan lingkungan. Pemanfaatan material yang lebih ringan, efisien waktu pemasangan, dan memiliki kualitas terstandar dinilai mampu mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
Dalam forum tersebut disampaikan bahwa produk panel lantai beton ringan Maccon merupakan salah satu produk yang telah direkomendasikan oleh Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Kementerian PUPR sebagai bagian dari inovasi material konstruksi yang memenuhi standar mutu dan mendukung peningkatan penggunaan produk dalam negeri.
Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas standar teknis, pemenuhan SNI, aspek TKDN, hingga potensi penerapan pada proyek-proyek pemerintah daerah. Para peserta sepakat bahwa inovasi teknologi konstruksi perlu didukung dengan pengawasan mutu serta peningkatan kapasitas SDM agar implementasinya optimal di lapangan.
Melalui kegiatan ini, Dinas PUPR Sulbar berharap terbangun ekosistem konstruksi yang inovatif, kompetitif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam mendukung percepatan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. (Rls)
