PORTAL — Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Parepare memberikan tanggapan terkait pembangunan perumahan milik PT Rezky Syariah Abadi di kawasan Lanyer, Tassiso.
Hasil peninjauan lapangan menunjukkan sistem teknis pengendalian air telah berjalan sesuai ketentuan, dengan sejumlah langkah penguatan terus dilakukan sebagai upaya preventif.
Kepala Dinas Perkimtan Kota Parepare, Jenamar, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil tinjauan, kondisi topografi kawasan memang berada pada elevasi lebih rendah dibanding badan jalan di sekitarnya. Namun demikian, kedalaman saluran drainase telah memenuhi persyaratan teknis.
![]()
“Hasil tinjauan di lokasi menunjukkan topografi perumahan lebih rendah dari jalan, namun kedalaman drainase telah sesuai dengan koefisien yang dipersyaratkan, yakni di atas 30 sentimeter,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi tambahan, pengembang juga tengah melakukan penguatan infrastruktur pengendalian air melalui pembangunan sumur resapan di titik akhir pembuangan.
“Sebagai upaya pencegahan potensi genangan akibat elevasi yang diindikasikan, pengembang sementara membuat sumur resapan di dua titik akhir pembuangan yang sekaligus berfungsi sebagai kolam retensi,” jelasnya.
Selain itu, Perkimtan juga memberikan arahan teknis lanjutan guna meningkatkan kapasitas sistem drainase di lapangan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan dan pembinaan agar kualitas kawasan hunian tetap terjaga.
“Kami menginstruksikan kepada pengembang untuk menambah kedalaman drainase di area muara pembuangan agar mengurangi potensi luapan air akibat debit hujan,” tambah Jenamar.
Terpisah, perwakilan perumahan PT Rezky Syariah Abadi, Hermansyah, menegaskan bahwa seluruh dokumen perizinan telah dipenuhi dan proses pembangunan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menyebut dokumen pemanfaatan ruang, izin lingkungan, site plan, hingga Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) telah terbit secara sah, termasuk kelengkapan administrasi lingkungan yang berkaitan dengan instansi terkait.
