Warga Mengadu, Kritik Dampak Perumahan Pesona Mario yang Diabaikan

PORTAL — Keluhan warga terkait dampak pembangunan Perumahan Pesona Mario di Jalan Syamsul Bahri, Kelurahan Labukkang, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, mencuat dalam kegiatan reses Anggota DPRD Parepare, Parman Agoes Mante, Ahad (15/2/2026).

Warga menilai persoalan yang dirasakan sejak awal pembangunan belum mendapat perhatian serius.

Salah seorang warga, Halijah, mengaku kerap terganggu suara benda yang jatuh di atap rumahnya. Ia menduga benda tersebut berasal dari arah perumahan yang posisinya lebih tinggi dari pemukiman warga.

“Sering ada bunyi seperti lemparan batu di atas seng. Kadang yang jatuh penutup handbody atau benda lain. Tidak enak kita mau tidur,” keluhnya.

Menurutnya, perbedaan elevasi membuat rumah warga berada jauh di bawah, sehingga aktivitas di kawasan perumahan berdampak langsung ke lingkungan sekitar.

Tak hanya itu, persoalan akses jalan juga menjadi sorotan. Warga bernama Tati mengungkapkan bahwa sejak awal pembangunan masyarakat sekitar telah meminta tambahan ruang untuk akses lorong, namun tidak dipenuhi.

Akibatnya, jalan yang kini digunakan hanya cukup dilalui satu sepeda motor dan berada tepat di atas drainase.

Kondisi tersebut dinilai berisiko, terutama saat hujan. Penutup drainase yang telah tertutup menyulitkan pembersihan sedimen dan dikhawatirkan memicu luapan air ke rumah warga.

“Kalau drainase penuh, bagaimana mau dibersihkan. Itu akses satu-satunya warga, tapi rawan air masuk ke rumah,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Hasnah yang menilai suara warga sekitar tidak didengar sejak awal pembangunan. Ia juga menyoroti talud perumahan yang tinggi dan sebagian telah mengalami kerusakan.

Bahkan, warga mengaku harus mengeluarkan dana swadaya untuk memperbaiki bagian pondasi yang rapuh agar tidak menimbulkan dampak lebih besar. “Ada yang rusak pondasinya, warga kumpul uang untuk benahi,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Parepare, Parman Agoes Mante, menegaskan bahwa segala dampak yang timbul akibat pembangunan menjadi tanggung jawab pihak pengembang. Ia berjanji akan memfasilitasi pertemuan antara warga, pemerintah, dan developer.

“Kita akan jadwalkan pertemuan agar keluhan warga bisa didengar langsung oleh pihak pengembang,” ujarnya.