PORTAL — Komitmen Pemerintah Kota Parepare dalam pelestarian bahasa daerah mendapat pengakuan skala nasional.
Wali Kota Parepare, H. Tasming Hamid, meraih penghargaan atas komitmen san kepedulian, serta praktik baik dalam Revitalisasi Bahasa Daerah.
Penghargaan diterima langsung Wali Kota Parepare, Tasming Hamid dari Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di dalam kegiatan rapat koordinasi antarinstansi dalam rangka pelindungan bahasa daerah kelas bahasa Bugis, Provinsi Sulsel di Auditorium BJ Habibie, Kota Parepare, Kamis, 26 Februari 2026.
Penghargaan yang diserahkan Kepala Bidang Fasilitasi dan Advokasi Bahasa dan Sastra Badan Bahasa Kemendikdasmen, Dr Adi Budiwiyanto didampingi Kepala Balai Bahasa Sulsel, Toha Machsum.
Kegiatan rakor yang dihadiri beberapa daerah kelas bahasa Bugis di Sulsel ini menjadi momentum peringatan Hari Bahasa Ibu menjadi ajang penting untuk mengukuhkan pemerintahan Kota Parepare sebagai pelopor kebijakan dan praktik baik revitalisasi bahasa daerah.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen yang kuat dan sinergi kebijakan yang dijalankan oleh Pemkot Parepare dalam melindungi serta mengembangkan bahasa ibu sebagai elemen kultural yang penting.
Dalam sambutannya, Tasming Hamid menegaskan bahwa pelestarian bahasa tidak semata-mata simbolik, tetapi diwujudkan lewat regulasi dan implementasi program.
“Kota Parepare terus berupaya menguatkan bahasa daerah melalui kebijakan yang berdampak langsung kepada masyarakat, termasuk di ranah pendidikan,” ujarnya Wali Kota yang mengawali sambutannya dengan pantun Bugis ini.
Pada kesempatan itu, Tasming, sapaan karib dia juga menyampaikan ragam praktik baik yang telah dilakukan Pemerintah Kota Parepare. Praktik baik itulah yang menjadikan kota kelahiran BJ Habibie ini mendapat apresiasi piagam penghargaan serta ditunjuk sebagai tuan rumah pada rakor tahunan yang selama ini dipusatkan di Kota Makassar.
Kepala Balai Bahasa Sulawesi Selatan, Toha Machsum memberikan apresiasi tinggi atas kebijakan regulasi dan praktik baik Parepare yang patut diadopsi daerah lain.
“Penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas komitmen yang konsistensi serta langkah-langkah konkrit yang telah diambil oleh pemerintah daerah Parepare sekaligus menjadi penyemangat untuk terus menjaga dan memajukan keragaman bahasa di Indonesia,” Tohax mengapresiasi.
Apresiasi senada juga dikatakan Kepala Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Adi Budiwiyanto. “Itulah sebabnya kami turun langsung sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan dengan menyerahkan langsung ke Bapak Wali Kota penghargaan atas komitmen pemerintah kota Parepare atas kebijakan dan praktik-praktik baiknya,” urai dia.
