PORTAL — Mengawali tahun anggaran 2026, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Parepare (KPPN) mencatat realisasi belanja APBN Januari 2026 sebesar Rp580,36 miliar atau 12,27 persen dari total pagu Rp4,7 triliun.
Capaian tersebut dipaparkan dalam kegiatan Press Release Realisasi APBN Januari 2026 yang digelar secara daring pada Kamis, 26 Februari 2026 dan diikuti seluruh satuan kerja mitra KPPN Parepare.
Kepala Seksi Pencairan Dana, Dhani Ramdhani, menjelaskan bahwa realisasi tersebut terdiri atas Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar Rp55,61 miliar atau 4,43 persen dari pagu Rp1,25 triliun, serta Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp524,74 miliar atau 15,11 persen dari pagu Rp3,47 triliun.
Pada komponen BPP, belanja pegawai mendominasi dengan realisasi Rp43,58 miliar. Sementara itu, belanja modal masih tergolong rendah, baru mencapai Rp0,11 miliar atau sekitar 0,11 persen dari pagu.
Dhani Ramdhani yang mewakili Kepala KPPN Parepare menyampaikan bahwa belanja pemerintah yang optimal menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Ia menilai capaian di awal tahun yang belum maksimal merupakan hal yang lazim terjadi.
“Bahkan jika dibandingkan periode Januari tahun 2025, capaian tahun ini lebih tinggi,” ujarnya.
