PORTAL — Kehadiran event organizer (EO) lokal dinilai memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan kegiatan dan promosi daerah. Salah satunya adalah PD Project, EO lokal yang berbasis di Kota Parepare dan telah menangani berbagai kegiatan besar sejak berdiri pada 2017.
Owner PD Project, Jamal Hamzah Mattaliu yang akrab disapa Sahid Liu, mengatakan ide membangun perusahaan event organizer berawal dari latar belakangnya sebagai seorang seniman yang sering tampil di berbagai panggung.
Menurutnya, pengalaman tampil di berbagai daerah membuatnya memahami kebutuhan teknis dalam sebuah pergelaran acara. Dari situ, ia mulai berinisiatif menginvestasikan penghasilannya untuk pengadaan sarana dan prasarana event organizer.
“Awalnya saya kan seniman, sering tampil di beberapa panggung. Dari situ saya tahu apa saja yang dibutuhkan dalam sebuah event. Akhirnya saya berpikir untuk menginvestasikan penghasilan untuk pengadaan fasilitas EO,” ujarnya.
PD Project mulai merintis usaha event organizer sejak 2017. Sejak saat itu, berbagai kegiatan besar telah ditangani, mulai dari event hiburan hingga kegiatan kampanye politik.
Meski demikian, perjalanan membangun EO tidak selalu mudah. Sahid Liu mengaku pada awalnya banyak pihak yang pesimis dengan langkahnya membangun perusahaan event organizer.
“Awalnya banyak teman yang pesimis ketika saya membangun EO. Bahkan saat mulai tidak ada yang mendukung. Tapi saya tetap semangat, karena prinsipnya setiap jualan pasti ada pembeli,” katanya.
Ia menjelaskan, tantangan dalam mengelola event organizer salah satunya adalah kebutuhan biaya produksi yang cukup besar. Salah satu aspek yang paling diperhatikan dalam sebuah event adalah kualitas fasilitas, seperti sistem tata suara atau sound system.
Karena itu, PD Project terus berupaya meningkatkan kualitas produksi yang dimiliki agar mampu memberikan layanan terbaik bagi klien.
“Kami memiliki fasilitas produksi yang cukup unggul untuk ditawarkan kepada calon kerja sama,” jelasnya.
Meski demikian, Sahid Liu menegaskan bahwa PD Project hadir sebagai mitra kerja dan bukan sebagai kompetitor. Ia justru ingin membangun kolaborasi dengan vendor dan pelaku industri kreatif lainnya di daerah.
“Kami hadir bukan sebagai kompetitor, tapi sebagai mitra. Dalam setiap event kami tetap bergandengan tangan dengan vendor-vendor lokal lainnya,” katanya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut penting agar pelaku usaha lokal dapat berkembang bersama tanpa saling menjatuhkan.
Ia juga menilai keberadaan EO lokal dapat mendukung program pemerintah dalam menjadikan Parepare sebagai kota event.
“Bagaimana kita sebagai putra daerah bisa membangun daerah sendiri dan sejajar dengan EO yang ada di ibu kota,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas layanan, setiap kegiatan yang ditangani PD Project selalu melalui proses evaluasi.
“Setiap event yang kami lakukan selalu ada evaluasi agar ke depan bisa lebih baik,” katanya.
Salah satu kegiatan terbaru yang ditangani PD Project adalah agenda HIPMI Parepare yang melaksanakan kegiatan Ramadan Fair yang ke-5 tahun 2026 di alun-alun kota Lapangan Andi Makkasau.
Sahid Liu sendiri dikenal sebagai penggiat seni yang aktif dalam Lembaga Seni Budaya Wanua, dan saat ini menjabat sebagai Ketua Divisi Seni Musik.
Ia berharap ke depan semakin banyak kegiatan yang dapat digarap oleh pelaku event organizer lokal, sehingga industri kreatif di Parepare semakin berkembang.
Bagi pihak yang ingin bekerja sama, PD Project juga membuka komunikasi melalui kontak admin di nomor 0813-4247-1981.
