BAZNAS Parepare Catat Kenaikan Zakat hingga 100 Juta Lebih, Salurkan ke 796 Mustahik

PORTAL — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Parepare, Irwan Yusuf Caco, mengungkapkan adanya peningkatan signifikan pengumpulan zakat di Parepare untuk tahun 2026.

Meski baru sekitar enam bulan menjabat, Irwan menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah menunaikan zakat melalui BAZNAS.

“Terima kasih banyak kepada masyarakat dan ASN yang telah menunaikan zakatnya di BAZNAS,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Menurutnya, pada tahun ini terjadi peningkatan pengumpulan zakat hingga sekitar 100 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Khusus untuk zakat fitrah dan fidyah, dana yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp100,637 juta, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar Rp57,621 juta,” ungkapnya.

Irwan menjelaskan, peningkatan tersebut tidak terlepas dari edaran Wali Kota Parepare yang mengimbau masyarakat dan terkhusus ASN lingkup pemkot untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tersebut.

Secara keseluruhan, jumlah muzaki atau masyarakat yang menunaikan zakat melalui BAZNAS Parepare tercatat sebanyak 1.905 orang.

Dana zakat yang terkumpul kemudian disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima atau mustahik. Hingga saat ini, zakat tersebut telah terdistribusi kepada sekitar 796 orang penerima manfaat.

Irwan menjelaskan bahwa mekanisme pengumpulan zakat dilakukan melalui berbagai cara, baik secara online maupun offline.

Selain itu, BAZNAS juga membuka sejumlah gerai layanan zakat, seperti di Kantor Wali Kota Parepare dan rumah sakit, guna memudahkan masyarakat menunaikan kewajibannya.

Untuk memastikan zakat tepat sasaran, BAZNAS melakukan proses verifikasi data penerima. Data tersebut diperoleh dari pihak kelurahan, instansi terkait, hingga hasil kunjungan langsung ke lapangan.

“Data mustahik berasal dari kelurahan, kemudian dilakukan pengecekan langsung oleh instansi terkait agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” jelas Irwan.

Meski mengalami peningkatan, Irwan mengakui masih ada tantangan dalam mengoptimalkan potensi zakat di daerah.

Salah satunya adalah banyaknya lembaga zakat selain BAZNAS, serta kebiasaan sebagian masyarakat yang masih menyalurkan zakat secara langsung kepada penerima.

Karena itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar penyaluran zakat dapat dilakukan melalui BAZNAS sehingga distribusinya lebih terdata dan merata.