Pangkep Tuan Rumah Gerakan Perempuan Mengaji dan Syawalan ‘Aisyiyah Sulsel, Perkuat Dakwah dan Peran Perempuan

 

Pangkep – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan menjadi tuan rumah kegiatan Gerakan Perempuan Mengaji yang dirangkaikan dengan Syawalan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Tumampua, Kecamatan Pangkajene, Ahad (5/4/2026).

Acara yang berlangsung sukses dan khidmat ini mengusung tema “Kita Tingkatkan Kualitas Gerakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan Tajdid untuk Mendekatkan Diri kepada Allah SWT”. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelantikan Korps Muballighat ‘Aisyiyah sebagai bagian dari gerakan perempuan Islam berkemajuan di bawah naungan Muhammadiyah.

Sekitar 300 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Ketua PWM Sulsel Prof. Dr. H. Arifuddin Ahmad, M.Ag yang juga memberikan tauziah, Ketua PWA Sulsel Dr. Mahmudah, M.Hum beserta jajaran, Sekda Pangkep Hj. Suriani A. Hamid, SE mewakili Bupati, Ketua PDA Pangkep Hj. St. Herlina, BA, serta unsur Muhammadiyah, Kementerian Agama, dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua PDM Pangkep Irwan Mustafa menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Pangkep sebagai tuan rumah. Ia berharap Gerakan Perempuan Mengaji dapat terus mencerahkan kaum perempuan sebagai madrasah pertama bagi anak-anak.

Ketua PWA Sulsel, Mahmudah, juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Pangkep. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah dan ‘Aisyiyah dalam mendukung pembangunan daerah serta melahirkan generasi unggul menuju Indonesia Emas.

Sementara itu, sambutan Bupati yang dibacakan Sekda menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Momentum Syawalan diharapkan mampu mempererat ukhuwah, memperkuat nilai keagamaan, serta meningkatkan peran perempuan dalam berbagai sektor kehidupan.

Dalam tauziahnya, Prof. Arifuddin Ahmad mengingatkan pentingnya menjaga nilai spiritual dan sosial yang telah dibangun selama Ramadan. Ia menegaskan bahwa Ramadan harus menjadi bekal untuk meningkatkan amal kebaikan dan memberikan manfaat bagi sesama. (Hasra)

.