Samsat Keliling Pasangkayu Catat Rp36,4 Juta di PT Unggul Widya Lestari, Lima Truk Bayar Pajak

PORTALINSIDEN.COM, PASANGKAYU — Upaya jemput bola yang terus digencarkan Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Barat kembali membuahkan hasil positif. Melalui pelayanan Samsat Keliling yang digelar langsung di area perusahaan sawit PT Unggul Widya Lestari, UPTD Pelayanan Pajak Pasangkayu berhasil mencatat penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp36.437.100, Senin 25 Mei 2026.

Penerimaan tersebut berasal dari pembayaran pajak 5 unit truk, 1 unit minibus, dan 6 unit kendaraan roda dua milik perusahaan maupun karyawan.

Langkah aktif ini dilakukan sebagai bagian dari dorongan Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Abdul Wahab Hasan Sulur yang hampir setiap hari melakukan pengawasan dan pengarahan kepada seluruh UPTD pelayanan pajak di kabupaten se-Sulawesi Barat agar terus melakukan inovasi dan percepatan peningkatan penerimaan daerah.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap misi Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, khususnya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel serta mewujudkan pelayanan dasar yang merata dan berkualitas di seluruh wilayah Sulawesi Barat.

Kepala UPTD Pelayanan Pajak Pasangkayu, Kasfiani Darwis mengatakan pelayanan langsung ke perusahaan dilakukan untuk memberikan kemudahan kepada seluruh wajib pajak tanpa harus datang ke kantor Samsat.

“Kami berupaya memberikan kemudahan bagi semua wajib pajak, baik perseorangan maupun organisasi. Semua harus mendapatkan akses pelayanan yang mudah, cepat, dan dekat,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan pelayanan langsung ke lokasi perusahaan terbukti efektif meningkatkan kepatuhan pembayaran pajak kendaraan sekaligus mempercepat penerimaan daerah.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Abdul Wahab Hasan Sulur menegaskan bahwa seluruh jajaran UPTD tidak boleh hanya menunggu wajib pajak datang ke kantor pelayanan.

“UPTD harus aktif turun ke lapangan, masuk ke perusahaan, komunitas, dan pusat aktivitas masyarakat. Kalau ingin penerimaan meningkat, pelayanan harus hadir langsung di tengah wajib pajak,” tegas Abdul Wahab.

Ia menambahkan, optimalisasi pelayanan Samsat Keliling menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga stabilitas Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2026. (Rls)