K3S Pangkajene Perkuat Kompetensi Kepala Sekolah, Dorong Kokurikuler untuk Wujudkan Generasi Berkarakter

PANGKEP – Kelompok Kerja Kepala Satuan Pendidikan (K3SP) Kecamatan Pangkajene, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, menggelar kegiatan peningkatan kompetensi kepala sekolah di Room Meeting Cafe 29, depan STKIP Matappa, Kelurahan Tumampua, Kecamatan Pangkajene, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Pangkajene, H. Ahyard, S.Pd., didampingi Sekretaris Nur Alamsyah, S.Pd., M.Pd. Kegiatan diikuti jajaran pengurus K3S, para kepala sekolah TK, SD, MIS serta Pengawas Sekolah TK, SD dan PAIS se-Kecamatan Pangkajene.

Mengusung tema “Bersinergi, Berkolaborasi, Mewujudkan Sekolah Unggul untuk Generasi Hebat,” kegiatan tersebut menjadi wadah bagi kepala sekolah dan pengawas untuk memperkuat kompetensi serta menyamakan pemahaman terkait pengelolaan pembelajaran di satuan pendidikan.

Salah satu agenda utama yang dibahas dalam kegiatan tersebut adalah kokurikuler dan implementasinya dalam penguatan karakter peserta didik. Materi tersebut dinilai penting dalam mendukung proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter murid.

Ketua K3S Kecamatan Pangkajene, H. Ahyard, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan pembelajaran di satuan pendidikan perlu dirancang secara terarah agar mampu mewujudkan peserta didik yang berkarakter, kompeten dan berprestasi.

Menurut H. Ahyard, dalam proses pendidikan terdapat kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler yang memiliki peran masing-masing dalam mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh.

“Intrakurikuler merupakan kegiatan pembelajaran utama yang dilaksanakan melalui mata pelajaran sesuai dengan kurikulum untuk mencapai capaian pembelajaran,” jelas H. Ahyard.
Sementara itu, lanjutnya, kokurikuler merupakan kegiatan pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat karakter peserta didik melalui pengalaman yang bermakna dan terintegrasi dengan proses pembelajaran.

Adapun kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan pengembangan diri yang dilaksanakan di luar jam pembelajaran untuk menggali serta mengembangkan bakat, minat dan potensi peserta didik secara optimal.

H. Ahyard menambahkan, kokurikuler merupakan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman dan/atau pengayaan kegiatan intrakurikuler dalam rangka mengembangkan kompetensi peserta didik, khususnya dalam aspek penguatan karakter.

Menurutnya, penerapan kokurikuler di satuan pendidikan diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan kontekstual bagi murid. Karena itu, kepala sekolah dan pengawas memiliki peran penting dalam memastikan implementasinya berjalan dengan baik.

“Kokurikuler bertujuan untuk memperkuat delapan dimensi profil lulusan, menunjang kegiatan intrakurikuler baik secara langsung maupun tidak langsung, serta memberi pengalaman belajar yang bermakna dan kontekstual bagi murid,” tutup H. Ahyard.

Melalui kegiatan peningkatan kompetensi tersebut, K3S Kecamatan Pangkajene berharap para kepala sekolah dan pengawas dapat semakin memahami implementasi kokurikuler serta mampu menerapkannya sesuai kebutuhan dan karakteristik satuan pendidikan masing-masing.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya K3S Kecamatan Pangkajene dalam membangun sinergi dan kolaborasi antara kepala sekolah, pengawas dan seluruh unsur pendidikan guna mewujudkan sekolah unggul serta melahirkan generasi yang berkarakter, kompeten dan berprestasi.
(Hasra)