14 Mahasiswa Korea Ikuti Pertukaran Budaya di Parepare

PORTAL — Sebanyak 14 mahasiswa asal Korea mengikuti kegiatan pertukaran adat dan kebudayaan di Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Selain mengenal budaya lokal, para mahasiswa tersebut juga terlibat dalam sejumlah kegiatan sosial dan lingkungan selama berada di Kota Parepare.

Rombongan mahasiswa asal Korea itu berada di Parepare sejak 17 Agustus dan dijadwalkan mengikuti rangkaian kegiatan hingga 26 Agustus 2026.

Kehadiran mahasiswa Korea ini sebelumnya mendapat sambutan dari Pemerintah Kota Parepare.

Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menjamu rombongan mahasiswa tersebut dalam acara makan malam di Rumah Jabatan.

Selama berada di Parepare, rombongan didampingi Kepala Bagian Ekonomi Setdako Parepare, Prasetyo, untuk mengikuti berbagai agenda yang telah disiapkan.

Prasetyo mengatakan, sebanyak 14 mahasiswa asal Korea tersebut menjalani program pertukaran adat dan kebudayaan dengan sejumlah institusi pendidikan di Parepare.

“Sebanyak 14 orang mengikuti pertukaran adat dan kebudayaan dengan SMA Negeri 2 Parepare, IAIN Parepare, dan Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH),” kata Prasetyo, Senin (24/8/2026).

Tidak hanya melakukan pertukaran budaya di lingkungan pendidikan, para mahasiswa juga turun langsung mengikuti kegiatan sosial. Salah satu agenda yang dilaksanakan adalah bakti sosial di kawasan pesisir pantai.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan laut sekaligus mengedukasi pentingnya menjaga habitat dan ekosistem laut, khususnya di wilayah pesisir Kota Parepare.

Para mahasiswa juga berinteraksi dengan masyarakat pesisir. Interaksi tersebut menjadi bagian dari upaya berbagi pengalaman dan gagasan mengenai pemberdayaan masyarakat, termasuk peningkatan perekonomian melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pertukaran kebudayaan menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan. Mahasiswa asal Korea berkesempatan mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat Parepare, mulai dari kebiasaan, budaya, lingkungan hingga aktivitas masyarakat di kawasan pesisir.

Sebaliknya, kegiatan tersebut juga membuka ruang bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat Parepare untuk mengenal kebudayaan Korea melalui interaksi langsung dengan para peserta program.

Prasetyo mengungkapkan, Parepare dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dinilai memiliki karakteristik yang menarik bagi rombongan mahasiswa asal Korea.

“Selain merupakan kota pesisir, kondisi lingkungan dan kehidupan masyarakat menjadi daya tarik tersendiri,” ungkapnya.

Keramahan masyarakat Parepare juga menjadi salah satu alasan utama mahasiswa asal Korea ini memilih kota tersebut untuk menjalankan kegiatan pertukaran budaya.

“Kehadiran mahasiswa asal Korea juga diharapkan memberikan pengalaman baru bagi masyarakat dan kalangan pendidikan di Parepare, sekaligus memperkenalkan potensi kota pesisir tersebut kepada masyarakat internasional,” harapnya.

Rangkaian kegiatan mahasiswa asal Korea di Parepare akan berlangsung hingga 26 Agustus 2026 dengan sejumlah agenda sosial, lingkungan, pendidikan dan pertukaran kebudayaan.