Perkuat Layanan Kesehatan Primer, DKPPKB Sulbar Gelar Pelatihan EKG dan AED bagi Dokter FKTP

PORTALINSIDEN.COM, Mamuju — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan Pelatihan Penggunaan Elektrokardiogram (EKG) dan Automated External Defibrillator (AED) bagi dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) melalui proyek Strengthening of Primary Healthcare in Indonesia (SOPHI) Kementerian Kesehatan Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada 8–13 September 2026 di Kabupaten Mamuju ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam menghadapi penyakit kardiovaskular dan kegawatdaruratan jantung. Pelatihan diikuti oleh 30 dokter dari puskesmas di enam kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat yang menjadi lokus penerima alat kesehatan elektrokardiograf melalui proyek SOPHI.

Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan pentingnya penguatan pelayanan kesehatan primer dalam pengendalian penyakit kardiovaskular dan penyakit tidak menular.

Upaya tersebut sejalan dengan misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya bidang kesehatan, serta penguatan sumber daya manusia dan sarana pelayanan kesehatan untuk mewujudkan Sulbar Maju dan Sejahtera.

“Penguatan kompetensi dokter dan pemanfaatan peralatan kesehatan di fasilitas pelayanan primer merupakan langkah penting untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat Sulawesi Barat,” demikian arah kebijakan yang disampaikan dalam materi pelayanan kesehatan pada kegiatan pelatihan.

Penyakit kardiovaskular masih menjadi salah satu tantangan utama kesehatan masyarakat. Kondisi kegawatdaruratan seperti henti jantung mendadak membutuhkan penanganan secara cepat dan tepat.

Melalui pelatihan ini, dokter FKTP diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dalam deteksi dini risiko penyakit jantung, penggunaan dan pemasangan EKG, interpretasi rekaman EKG, pengenalan serta penggunaan AED, dan pelaksanaan bantuan hidup dasar dengan AED.

Materi pelatihan juga mencakup kegawatan jantung, rehabilitasi pasien pascakegawatan jantung, kolaborasi interprofesional, edukasi dan konseling, serta evaluasi keterampilan penggunaan EKG dan AED di layanan primer.

Pelatihan dilaksanakan secara klasikal selama enam hari efektif dengan total 50 Jam Pelajaran (JPL), yang terdiri atas pemberian materi, penugasan, dan praktik. Pendekatan ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami aspek teoritis, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan penggunaan EKG dan AED dalam pelayanan di FKTP.

Kegiatan melibatkan DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Makassar, pengelola program Penyakit Tidak Menular (PTM), penanggung jawab proyek SOPHI, serta Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Makassar. BBPK Makassar berperan sebagai pengendali mutu pelatihan.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas FKTP di Sulawesi Barat agar mampu memberikan pelayanan yang semakin cepat, tepat, dan berkualitas, khususnya kegawatdaruratan penyakit kardiovaskular dan penanganan kegawatdaruratan jantung.

Penguatan kompetensi dokter sekaligus pemanfaatan peralatan EKG dan AED di fasilitas pelayanan kesehatan primer diharapkan mendukung transformasi pelayanan kesehatan menuju layanan primer yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dengan adanya pelatihan ini, Sulawesi Barat terus mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia dan sarana pelayanan kesehatan primer sebagai fondasi penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan serta menurunkan dampak penyakit tidak menular, khususnya penyakit kardiovaskular.