KPU Parepare Dampingi Pilketos SMA Negeri 3, Tanamkan Demokrasi Sejak Dini

PORTAL — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Parepare turun langsung memberikan pendampingan dalam pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) Serentak 2026 di SMA Negeri 3 Kota Parepare.

Pendampingan tersebut menjadi bagian dari pendidikan pemilih sekaligus upaya mengenalkan praktik demokrasi kepada peserta didik sejak dini.

Kepala SMA Negeri 3 Kota Parepare, Dr. H. Muh. Taha Taking, menyambut positif keterlibatan KPU Parepare dalam tahapan Pilketos.

Menurutnya, kehadiran lembaga penyelenggara pemilu memberikan kesempatan kepada siswa untuk tidak sekadar memahami demokrasi melalui teori, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung.

Ia mengatakan, SMA Negeri 3 Parepare secara konsisten menghadirkan berbagai tokoh maupun lembaga untuk memperluas wawasan dan meningkatkan motivasi peserta didik. Salah satunya melalui keterlibatan KPU dalam pelaksanaan Pilketos.

Dalam pendampingan tersebut, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kota Parepare, Ahmad, menekankan pentingnya penerapan asas dan prinsip penyelenggaraan pemilihan.

Menurut Ahmad, prinsip tersebut menjadi fondasi dalam menjaga integritas, keadilan, sekaligus kepercayaan pemilih dan peserta terhadap proses pemilihan.

Pilketos SMA Negeri 3 Parepare saat ini telah memasuki tahapan kampanye dan sosialisasi. Pada fase tersebut, kata Ahmad, panitia memiliki tanggung jawab memastikan setiap pasangan calon memperoleh ruang yang setara dan proporsional untuk menyampaikan visi dan misinya.

“Sebagai penyelenggara Pilketos, kita harus mampu berlaku adil kepada seluruh pasangan calon. Caranya adalah dengan memastikan perlakuan yang diberikan itu sama, proporsional, serta tidak memihak atau curang,” tegas Ahmad.

Ia juga memperkenalkan kepada siswa asas pemilihan Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil atau Luber Jurdil. Prinsip tersebut, menurutnya, harus tercermin dalam seluruh tahapan Pilketos.

Asas langsung berarti siswa sebagai pemilih memberikan suaranya sendiri tanpa perantara. Umum menjamin hak memilih bagi mereka yang memenuhi ketentuan, sedangkan bebas memastikan setiap pemilih dapat menentukan pilihan tanpa tekanan, intimidasi ataupun intervensi.

Sementara asas rahasia menjamin pilihan setiap pemilih tidak diketahui pihak lain. Adapun prinsip jujur dan adil menuntut penyelenggara maupun peserta Pilketos menjaga integritas serta menghindari keberpihakan dan kecurangan.

Melalui pendampingan tersebut, KPU Parepare mendorong agar Pilketos Serentak 2026 tidak berhenti sebagai agenda rutin sekolah. Proses pemilihan diharapkan menjadi laboratorium demokrasi bagi siswa untuk belajar menghargai perbedaan pilihan, memahami proses pemilihan, serta menjalankan hak dan tanggung jawab secara baik.

Pengalaman mengikuti setiap tahapan Pilketos juga dinilai penting sebagai bekal bagi siswa yang nantinya akan menjadi pemilih pemula dalam pemilu maupun pemilihan kepala daerah.

Ahmad pun berpesan agar siswa memanfaatkan praktik demokrasi di lingkungan sekolah sebagai pengalaman berharga sebelum kelak terlibat dalam pemilu sesungguhnya, baik sebagai pemilih, peserta, maupun penyelenggara pemilu.