PORTALINSIDEN.COM, Majene – Dinas Kesehatan Kabupaten Majene melaksanakan Orientasi Pembinaan Posyandu Bidang Kesehatan bagi Tenaga Kesehatan di Puskesmas, pada 5–6 Oktober 2026 di Penginapan B Nusabillah, Kabupaten Majene. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan Puskesmas dalam melakukan pembinaan Posyandu bidang kesehatan, sejalan dengan transformasi Posyandu sebagai bagian penting dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, Wawan Iskandar dan Adryani Sirandan, selaku Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku.
Dalam kegiatan tersebut, Wawan Iskandar dan Adryani Sirandan memberikan penguatan kepada tenaga kesehatan Puskesmas terkait peran dan fungsi Posyandu, pembinaan kader, serta penguatan pelayanan Posyandu bidang kesehatan.
Penguatan pembinaan ini menjadi semakin penting seiring dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu, yang memperkuat posisi Posyandu sebagai wadah pelayanan kepada masyarakat yang mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), salah satunya adalah bidang kesehatan.
Tenaga kesehatan Puskesmas bersama Dinas Kesehatan memiliki peran sebagai pembina teknis Posyandu di bidang kesehatan. Karena itu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan menjadi bagian penting untuk memastikan pembinaan, pendampingan kader, serta pelaksanaan layanan kesehatan di Posyandu dapat berjalan secara optimal.
Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, secara terpisah menyatakan bahwa perubahan dan penguatan peran Posyandu membutuhkan kesiapan para pembina teknis di tingkat Puskesmas.
“Posyandu saat ini memiliki peran yang semakin luas dalam pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, tenaga kesehatan Puskesmas sebagai pembina teknis bidang kesehatan perlu memiliki pemahaman dan kapasitas yang memadai agar dapat mendampingi Posyandu dan kader dalam memberikan layanan kesehatan yang berkualitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan kapasitas tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan, tetapi juga memastikan layanan Posyandu semakin optimal.
“Dengan pembinaan yang kuat dari Puskesmas, kita berharap layanan Posyandu, khususnya pada bidang SPM kesehatan, dapat semakin optimal. Ini membutuhkan kolaborasi antara kader, Puskesmas, Dinas Kesehatan, dan seluruh pihak terkait,” lanjutnya.
Kegiatan ini sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, untuk mewujudkan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera.
Melalui orientasi ini, diharapkan tenaga kesehatan Puskesmas di Kabupaten Majene semakin siap menjalankan perannya sebagai pembina teknis Posyandu bidang kesehatan, sehingga mampu memperkuat kapasitas kader sekaligus mendorong terselenggaranya layanan Posyandu bidang SPM kesehatan secara lebih optimal.
