Lurah Ujung Bulu Setop Pekerjaan Penimbunan, Minta Pengembang Bangun Pembatas

PORTAL — Lurah Ujung Bulu, Hasrah, meminta pihak pengembang menghentikan sementara aktivitas pekerjaan penimbunan lahan setelah menerima sejumlah keluhan dari warga sekitar lokasi pembangunan, di Jalan Atletik.

Keputusan tersebut diambil setelah pihak kelurahan melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau langsung kondisi pengerjaan sekaligus menindaklanjuti keluhan masyarakat yang berpotensi terdampak aktivitas pembangunan.

Hasrah mengatakan, dalam peninjauan tersebut pihaknya telah menyampaikan sejumlah permintaan kepada pengembang, terutama terkait perlindungan rumah warga dari dampak tanah timbunan dan debu.

“Kami sudah melakukan kunjungan lapangan dan melihat langsung pengerjaannya. Ada beberapa keluhan warga yang kami sampaikan langsung kepada pihak pembangunan, dalam hal ini Surya Mandiri,” ujar Hasrah, saat dihubungi via seluler, kemarin.

Menurutnya, salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah perlunya pembangunan pembatas sebelum aktivitas penimbunan dilanjutkan. Pembatas tersebut dinilai penting untuk mencegah material timbunan maupun debu menyebar hingga ke permukiman warga.

“Kami meminta agar dibangun pembatas terlebih dahulu sebelum dilakukan penimbunan, supaya tanah timbunan dan debu tidak merembet ke rumah warga,” jelasnya.

Atas pertimbangan tersebut, pihak kelurahan meminta aktivitas pengerjaan dihentikan sementara hingga pengembang memenuhi permintaan pembangunan pembatas.

“Karena itu, kami setop pengerjaannya sampai mereka melakukan pembangunan pembatas,” tegas Hasrah.

Selain persoalan pembatas, pihak kelurahan juga menyoroti jarak pembangunan pondasi dengan rumah warga. Hasrah meminta agar pondasi tidak dibangun terlalu dekat atau menempel pada dinding rumah masyarakat.

“Kami juga meminta agar pondasi yang dibangun tidak rapat dengan dinding rumah warga. Harus ada jarak beberapa meter,” katanya.

Tak hanya itu, pengembang juga diminta menyiapkan sistem drainase tersendiri. Langkah tersebut dimaksudkan agar aktivitas pembangunan tidak mengganggu sistem pembuangan air di lingkungan permukiman.

“Kami meminta agar lokasi pembangunan menyiapkan drainase dengan jalur yang berbeda dari drainase milik warga sekitar,” tambahnya.

Hasrah menegaskan bahwa sejumlah permintaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah kelurahan dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat sekaligus memastikan kegiatan pembangunan tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan kenyamanan warga.