PORTAL — Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan (BBPJN Sulsel) berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare dan TNI menggelar aksi pembersihan drainase di Jalan H. A. M. Arsyad, Kota Parepare, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mendukung Program Walikota yaitu Parepare Bebas Banjir. Sekaligus langkah antisipasi banjir menjelang musim penghujan, khususnya pada sejumlah titik yang selama ini rawan mengalami genangan air akibat penumpukan sedimen dan sampah di saluran drainase.
Turut hadir Pengawas Lapangan Wilayah Kerja PPK 1.3 BBPJN Sulsel, Nur Idawati, Camat Soreang Andi Nurpati Katoe, Danramil 1405-02/Soreang Kapten Infanteri Syamsul Rijal Akib, jajaran pemerintah Kelurahan Bukit Indah dan Kelurahan Kampung Pisang, serta masyarakat sekitar.
Pengawas Lapangan Wilayah Kerja PPK 1.3 BBPJN Sulsel, Nur Idawati, mengatakan pembersihan drainase merupakan agenda rutin BBPJN Sulsel untuk menjaga kelancaran aliran air di sepanjang ruas jalan nasional.
Menurutnya, kegiatan tersebut mencakup wilayah kerja mulai dari Kota Parepare hingga perbatasan Sulawesi Barat, dengan prioritas pada ruas jalan yang berpotensi mengalami banjir.
“Kegiatan ini rutin kami lakukan, terutama pada ruas jalan yang rawan banjir. Fokusnya membersihkan sedimen yang menumpuk di drainase agar aliran air tetap lancar saat memasuki musim penghujan,” ujarnya.
Namun, Nur Idawati mengungkapkan pihaknya menghadapi sejumlah kendala di lapangan, salah satunya keberadaan pelat dekker atau penutup saluran drainase yang dibangun secara permanen oleh warga.
Kondisi tersebut menyulitkan petugas menjangkau bagian dalam saluran untuk mengangkat sedimen dan sampah yang menghambat aliran air.
“Ada beberapa titik yang terpaksa kami bongkar karena tertutup pelat dekker permanen. Pembongkaran dilakukan agar petugas bisa masuk dan membersihkan saluran drainase secara maksimal,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengapresiasi dukungan pemerintah setempat, personel TNI, serta masyarakat yang antusias terlibat dalam kegiatan pembersihan.
“Alhamdulillah, di Parepare antusiasme masyarakat dan pemerintah sangat baik. Mulai dari kelurahan, kecamatan, hingga TNI dari Kodim 1405/Parepare ikut membantu kegiatan ini,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan serupa sebelumnya juga telah dilaksanakan di Jalan Ahmad Yani sebagai bagian dari upaya berkelanjutan menjaga fungsi drainase di sepanjang jalan nasional.
Sementara itu, Camat Soreang, Andi Nurpati Katoe, menyampaikan bahwa kawasan Jalan H. A. M. Arsyad menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian pemerintah kecamatan karena kerap mengalami genangan saat musim hujan.
Menurutnya, kolaborasi lintas instansi menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko banjir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Daerah ini setiap tahun mengalami genangan yang berpotensi menyebabkan banjir. Karena itu, wilayah ini menjadi perhatian kami agar saluran drainase dapat berfungsi dengan baik,” katanya.
Andi Nurpati menjelaskan, pemerintah kecamatan juga secara rutin melaksanakan program Jumat Bersih dengan melibatkan berbagai instansi dan masyarakat.
Ia mengimbau warga agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke dalam saluran drainase, karena dapat menghambat aliran air dan memicu banjir.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah ke drainase, serta memastikan kondisi jalan dan saluran air tetap bersih,” imbaunya.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada BBPJN Sulsel dan seluruh instansi yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan Balai Besar dan instansi terkait. Ini merupakan langkah nyata bersama dalam mengantisipasi banjir, khususnya di wilayah Kecamatan Soreang,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Danramil 1405-02/Soreang, Kapten Infanteri Syamsul Rijal Akib, menegaskan keterlibatan TNI dalam kerja bakti tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Menurutnya, sejumlah saluran drainase yang dipenuhi sampah membutuhkan penanganan bersama agar kembali berfungsi secara optimal.
“Kehadiran kami merupakan wujud kepedulian TNI dalam membantu masyarakat. Kondisi parit sudah banyak tertutup sampah, sehingga perlu dibersihkan bersama melalui kolaborasi dengan aparat setempat,” ujarnya.
Ia menegaskan, TNI siap mendukung kegiatan gotong royong yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk upaya pencegahan banjir.
