PORTAL — Pemerintah Kabupaten Pinrang menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan 2025 dengan tema “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan” di Lapangan Upacara Kantor Bupati Pinrang, Senin (10/11/2025).
Acara dilanjutkan dengan ziarah nasional dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Palia, Kelurahan Pacongang, Kecamatan Paleteang.
Upacara ini dipimpin oleh Dandim 1404/Pinrang, Letkol Inf Abdullah Mahua, sebagai Inspektur Upacara. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi, Sekda Pinrang A. Tjalo Kerrang, Kapolres Pinrang AKBP Edy Sabhara Mangga Barani, serta jajaran Forkopimda Pinrang.
Turut hadir Danpos TNI AL Pinrang, Letda Laut (P) Walno, beserta perwakilan dari Pos AL yang mengikuti seluruh rangkaian acara hingga ziarah nasional di TMP Palia.
“Kehadiran kami dalam peringatan Hari Pahlawan ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi kepada para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Jasa-jasa mereka tidak akan pernah terlupakan,” ujar Danpos TNI AL Pinrang, Letda Laut (P) Walno, usai mengikuti upacara.
Ia menambahkan, semangat perjuangan para pahlawan harus terus dihidupkan oleh seluruh komponen bangsa, termasuk TNI AL. “Kami sebagai prajurit TNI AL siap meneruskan perjuangan para pahlawan dalam menjaga kedaulatan NKRI, khususnya di wilayah maritim,” tegasnya.
Peserta upacara terdiri dari 2 SST Yonif 721/Makassar, 1 SST Kodim 1404/Pinrang, 1 SST Polres Pinrang, 1 SST Satpol PP, 1 SST Damkar, 1 SST Dishub, 9 kelompok ASN Kabupaten Pinrang, serta 1 kelompok Organisasi Veteran.
Setelah upacara, rombongan bergerak menuju TMP Palia untuk melaksanakan ziarah nasional. Upacara ziarah dimulai pukul 09.25 WITA dengan Danyonif 721/Makassar, Letkol Inf Farid Heru Puriyanto, sebagai Inspektur Upacara.
Rangkaian ziarah meliputi penghormatan kepada arwah pahlawan, mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga, pembacaan doa, hingga penaburan bunga di makam pahlawan oleh seluruh undangan termasuk perwakilan Pos AL Pinrang.
Dalam amanat Menteri Sosial RI yang dibacakan Inspektur Upacara, disebutkan tiga hal yang dapat diteladani dari para pahlawan bangsa.
Pertama, kesabaran para pahlawan dalam menempuh ilmu, menyusun strategi, dan membangun kebersamaan di tengah keterbatasan. Kesabaran yang melahirkan kemenangan karena kemerdekaan ditempa oleh waktu dan keikhlasan.
Kedua, semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya. Para pahlawan tidak berebut jabatan setelah kemerdekaan, tetapi kembali ke rakyat untuk mengajar, membangun, dan melanjutkan pengabdian.
Ketiga, pandangan jauh ke depan untuk generasi yang akan datang. Para pahlawan menjadikan perjuangan sebagai bagian dari ibadah, dengan semangat pantang menyerah sebagai modal bagi generasi penerus.
“Di masa kini, perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian. Namun semangatnya tetap sama: membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal,” kutipan amanat Mensos RI.
