Warga Biring Kassi Blokir Jalan Poros, Tuntut Transparansi Rekrutmen PT Semen Tonasa

 

Bulu Cindea, Pangkep – Jalan poros yang menghubungkan Desa Bulu Cindea mendadak lumpuh total pada Senin (17/11) sore. Pemandangan tegang meliputi Kampung Biring Kassi ketika warga setempat, dipicu oleh frustrasi menahun, melakukan aksi spontan dan dramatis: membakar ban bekas di tengah akses jalan utama tepat sekitar pukul 15.10 WITA.

Aksi pemblokiran ini bukan sekadar luapan emosi sesaat, melainkan manifestasi dari ketidakpuasan komunal yang mendalam. Tuntutan utama mereka jelas dan mendesak: transparansi dalam proses rekrutmen tenaga kerja di perusahaan industri besar yang beroperasi di dekat mereka, PT Semen Tonasa, serta permintaan keterwakilan yang lebih adil bagi putra-putri daerah setempat.

Kampung Biring Kassi, secara geografis, adalah salah satu wilayah yang paling terdampak oleh operasional industri semen. Warga merasa bahwa meskipun mereka hidup berdampingan dengan kegiatan perusahaan, janji-janji kemakmuran lokal dan prioritas kerja bagi penduduk setempat sering kali hanya menjadi angin lalu.

Kami sudah terlalu lama diam. Setiap kali ada lowongan, kami selalu tersisih. Apa gunanya perusahaan sebesar ini ada di halaman rumah kami jika anak-anak kami sendiri hanya bisa menonton dari luar?” ujar salah seorang koordinator aksi yang enggan disebut namanya.

Aksi damai ini akses jalan poros Biribgkassi seketika terputus, mengakibatkan antrean panjang kendaraan. Sasaran utama penghentian adalah kendaraan operasional milik PT Semen Tonasa yang melintas, menciptakan ketegangan langsung antara warga dan kepentingan logistik perusahaan.

Penghentian arus lalu lintas berlangsung cukup lama, memaksa pihak terkait segera turun ke lokasi. Jajaran aparat desa, dibantu koordinasi oleh pihak keamanan setempat, berupaya meredam situasi panas dan membuka ruang dialog.

Setelah negosiasi yang alot di tengah kepulan asap, warga akhirnya bersedia membuka kembali akses jalan.

Sebagai tindak lanjut, dijadwalkan pertemuan penting antara perwakilan warga Biring Kassi dengan Kepala Desa Bulu Cindea. Pertemuan ini diagendakan untuk membahas secara mendalam mekanisme rekrutmen yang lebih inklusif dan mencari solusi permanen terhadap tuntutan keterwakilan tenaga kerja lokal.

Aksi spontan ini menjadi catatan keras bagi pemangku kepentingan bahwa konflik sosial terkait sumber daya dan kesempatan kerja di wilayah operasional perusahaan masih menjadi bara yang siap menyala. Meskipun arus lalu lintas telah kembali normal, ketegangan belum sepenuhnya mereda. Seluruh mata kini tertuju pada hasil pertemuan lanjutan dengan Kades, yang diharapkan dapat menjadi titik penentu keadilan bagi warga Biring Kassi. Jika tidak, bukan tidak mungkin bara api di jalan poros tersebut akan kembali menyala dengan tuntutan yang lebih keras. (Hasra)