Kepala Puskesmas Bungoro Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan, H. Muhammad Darwis, SKM., M.Kes, adalah salah satu sosok pengabdian panjang yang patut dicatat dalam dunia kesehatan daerah. Saat ditemui di ruang kerjanya Rabu (19/11/2025), ia mengenang perjalanan kariernya yang berlangsung lebih dari tiga dekade.
Darwis mengawali perjalanan tugasnya pada 1 Maret 1988 sebagai petugas kesehatan lingkungan (kesling) di Kantor Departemen Kesehatan. Penempatan pertamanya itu menjadi titik awal pengabdian panjang yang kelak memberi kontribusi besar bagi pelayanan kesehatan di Pangkep.
Setahun bertugas di Kandep Kesehatan, Darwis kemudian dipindahkan ke Puskesmas Bontoa Labakkang. Di tempat ini ia mengabdikan diri selama kurang lebih 10 tahun. Baginya, masa itu menjadi fase penting dalam memahami karakter pelayanan kesehatan masyarakat secara langsung.
Setelah menjalani satu dekade di Labakkang, ia kemudian dimutasi ke Puskesmas Pundata Baji. Lagi-lagi, Darwis bertahan selama 10 tahun, menjalankan berbagai program kesehatan masyarakat yang menjadi bagian penting dalam peningkatan layanan di wilayah tersebut.
Perjalanan kariernya berlanjut saat ia dipindahkan ke RSU Pangkep. Di rumah sakit daerah itu, Darwis diberi amanah lebih strategis, yaitu menangani bidang perencanaan, penyusunan program, dan evaluasi. Ia berada di unit tersebut selama 13 tahun, masa yang ia sebut penuh tantangan namun sarat pengalaman berharga.
Pada tahun 2018, Darwis kembali mendapat penugasan baru, kali ini di KB Pangkep. Selama tiga tahun, ia terlibat dalam berbagai program keluarga berencana yang menjadi bagian penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat.
Kemudian pada tahun 2021, ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Puskesmas Bungoro. Sejak itu hingga kini, Darwis memimpin berbagai inovasi dan pelayanan kesehatan, yang turut memperkuat upaya peningkatan kualitas layanan di wilayah Bungoro.
Salah satu pencapaian paling membanggakan dalam perjalanan kariernya adalah keberhasilan tim kesehatan Pangkep meraih juara regional Sulawesi dalam penanganan stunting. Menurutnya, pencapaian itu tidak terlepas dari dukungan penuh pemerintah daerah dan kerja keras seluruh tenaga kesehatan.
Keberhasilan tersebut juga mengantarkan Bupati Pangkep, Dr. H. Muhammad Yusran Lalogau, meraih penghargaan nasional sebagai kepala daerah terbaik dalam pencegahan stunting. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan RI dan disaksikan oleh Wakil Presiden, sebuah momen yang menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Pangkep.
Darwis menyebut bahwa pencapaian itu menjadi salah satu kenangan paling berharga selama masa pengabdiannya. Ia merasa bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang pembangunan kesehatan di Kabupaten Pangkep.
Kini, setelah mengabdi selama 37 tahun 9 bulan, H. Muhammad Darwis bersiap memasuki masa purna tugas pada 1 Desember 2025. Meski demikian, semangatnya untuk terus mendukung kemajuan kesehatan daerah tidak akan pernah pudar.
Di akhir percakapan, Darwis menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh rekan kerja, tenaga kesehatan, dan pihak-pihak yang selalu mendukungnya selama bertugas. “Tanpa dukungan teman-teman, saya tidak mungkin menjalani perjalanan panjang ini dengan baik,” ujarnya penuh haru. (Hasra)
