PORTAL — Yayasan Lembaga Pengkajian Pengembangan Ekonomi dan Masyarakat (YLP2EM) bersama BaKTI (Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia) menggelar sesi Feedback & Review pelatihan pembuatan proposal usaha di salah satu cafe lokal Kota Parepare, Kamis (27/11/2025).
Kegiatan ini merupakan tahap lanjutan dari pelatihan sebelumnya, dimana 30 pelaku UMKM peserta program inklusi mendapat kesempatan untuk mereview bekal yang diterima terkait pembuatan proposal usaha.
Fasilitator Jumriani memandu sesi evaluasi dengan pendekatan interaktif, membahas berbagai aspek krusial dalam proposal usaha peserta. Diskusi mendalam terjadi seputar penetapan target pasar, analisis kompetitor, hingga identifikasi ancaman produk yang perlu diantisipasi.
“Sesi feedback ini sangat penting untuk memastikan proposal yang dibuat peserta benar-benar aplikatif dan sesuai dengan kondisi bisnis mereka,” jelas Jumriani.
Dalam sesi tersebut, Jumriani kembali mengulang langkah-langkah sistematis pembuatan proposal usaha yang berkualitas, mulai dari menentukan ide bisnis yang jelas, melakukan analisis pesaing secara komprehensif, menyusun rencana operasional yang realistis, hingga menghitung kebutuhan modal dan proyeksi keuntungan secara detail.
Sebagai bagian dari proses review, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja. Setiap kelompok mendapat kesempatan untuk memperbaiki dan menyempurnakan proposal usaha berdasarkan masukan dari fasilitator dan diskusi bersama.
Metode kelompok ini dipilih agar peserta bisa saling belajar dari pengalaman dan tantangan yang dihadapi masing-masing pelaku usaha.
Koordinator Program Inklusi YLP2EM, Abd. Samad Syam, menjelaskan bahwa program pelatihan dan pendampingan ini dirancang dengan tiga tujuan strategis yang saling mendukung.
Pertama, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis pelaku usaha dalam menyusun proposal yang profesional dan meyakinkan.
Kedua, memberikan pendampingan intensif kepada peserta dalam pembuatan proposal untuk berbagai kebutuhan pengembangan usaha, baik dari segi peningkatan kualitas produk, perbaikan manajemen, pengurusan perizinan, maupun strategi pemasaran yang lebih efektif.
Ketiga, membangun ekosistem bisnis yang kondusif dengan menghubungkan pelaku usaha dengan berbagai stakeholder ekonomi, seperti lembaga pembiayaan, komunitas bisnis, dan instansi terkait.
“Pelatihan ini diharapkan bisa mengembangkan usaha dan memperkuat produk-produk mereka. Dengan proposal yang baik, mereka bisa lebih mudah mengakses pembiayaan dan bermitra dengan pihak lain,” ujar Samad.
Kegiatan Feedback & Review ini merupakan bagian integral dari program inklusi untuk penguatan dan pendampingan unit usaha di kalangan kelompok konstituen. Program ini dirancang berkelanjutan, tidak hanya memberikan pelatihan sesaat, tetapi juga pendampingan hingga pelaku UMKM benar-benar mampu mandiri dalam mengembangkan bisnisnya.
Dengan sesi evaluasi dan perbaikan seperti ini, Samad berharap para pelaku UMKM Parepare dapat menghasilkan proposal usaha yang lebih matang dan siap digunakan untuk mengakses berbagai peluang pengembangan bisnis.
