PORTAL — Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025, Kejari Parepare menyelenggarakan kompetisi anti korupsi dengan melibatkan 13 sekolah, Kamis (27/11/2025).
Mengusung tema “Pelajar Berintegritas, Menuju Indonesia Emas”, kegiatan ini menghadirkan tiga kategori perlombaan yang menguji pengetahuan dan kreativitas siswa dalam menyuarakan pesan anti korupsi.
Kepala Kejaksaan Negeri Parepare, Darfiah, mengungkapkan bahwa lomba ini merupakan inisiasi dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan sebagai wujud komitmen bersama memberantas korupsi sejak dini.
“Ini adalah komitmen kita bahwa korupsi adalah musuh bersama yang harus diberantas. Kami apresiasi kepada guru yang menemani muridnya,” ujar Darfiah.
Tiga kategori yang diperlombakan meliputi cerdas cermat anti korupsi untuk menguji pemahaman siswa, pidato bahasa Inggris anti korupsi untuk mengasah kemampuan komunikasi, serta yel-yel anti korupsi yang mengedepankan kreativitas.
Setelah kompetisi ketat, para juara akhirnya diumumkan dengan hasil sebagai berikut.
Cerdas Cermat Anti Korupsi:
– Juara I: SMP Islam Daru Anwaaril Firdaus Parepare
– Juara II: MTSN Parepare
– Juara III: SMPN 12 Parepare
Pidato Bahasa Inggris Anti Korupsi:
– Juara I: SMPN 2 Parepare
– Juara II: SMPN 1 Parepare
– Juara III: SMP Islam Daru Anwaaril Firdaus Parepare
Yel-Yel Anti Korupsi:
– Juara I: SMPN 9 Parepare
– Juara II: SMPN 10 Parepare
– Juara III: SMPN 1 Parepare
Keberhasilan SMP Islam Daru Anwaaril Firdaus yang meraih dua gelar juara. Sekolah ini berhasil unggul di kategori cerdas cermat dan masuk tiga besar di kategori pidato.
Para juara pertama dari ketiga kategori akan mendapat kehormatan mewakili Kota Parepare di kompetisi tingkat provinsi. Lomba lanjutan dijadwalkan berlangsung pada 8 Desember mendatang di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.
Darfiah menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai integritas kepada generasi muda. “Pelajar adalah generasi emas yang akan membawa Indonesia menuju masa depan gemilang. Kalian harus selalu bersikap jujur, disiplin, dan berintegritas,” pesannya.
Lomba ini bukan sekadar kompetisi biasa. Darfiah menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mencapai tiga tujuan utama, yakni menguji pemahaman pelajar tentang bahaya korupsi, mewujudkan kreativitas dalam menyampaikan pesan anti korupsi, serta membangun karakter kuat sejak usia dini.
“Kalah dan menang adalah hal biasa. Yang terpenting adalah pesan anti korupsi tertanam dalam diri para pelajar,” tandas Darfiah.
Kegiatan ditutup dengan harapan agar semangat anti korupsi yang ditunjukkan para pelajar ini dapat terus terjaga dan menular ke lingkungan sekitarnya. Kejari Parepare optimis generasi muda ini akan menjadi benteng pertahanan Indonesia dari praktik korupsi di masa depan.
