PORTAL — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare menggelar peringatan Natal Tahun 2025 yang berlangsung khidmat di tribun Lapas Parepare, Selasa (16/12). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian serta pemenuhan hak beribadah bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang beragama Kristen.
Peringatan Natal tersebut diikuti oleh 18 orang WBP beragama Kristen, serta dihadiri oleh jajaran petugas Lapas Parepare. Suasana perayaan berlangsung sederhana namun penuh makna, dengan nuansa kebersamaan dan kekeluargaan yang terasa sepanjang kegiatan.
Kegiatan Natal ini turut dihadiri oleh Sekolah Lentera Harapan (SLH) serta perwakilan dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota parepare, sebagai bentuk dukungan dan sinergi dalam pelaksanaan pembinaan keagamaan di lingkungan pemasyarakatan.
Rangkaian acara diisi dengan ibadah Natal, doa bersama, serta penyampaian pesan rohani yang mengangkat nilai kasih, pengharapan, dan kedamaian. Pesan-pesan tersebut diharapkan dapat menjadi penguatan spiritual bagi WBP dalam menjalani masa pembinaan.
Kepala Sekolah Sekolah Lentera Harapan, Matsani, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada Lapas Parepare atas kesempatan yang diberikan untuk dapat melaksanakan perayaan Natal bersama warga binaan. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momen yang sangat berarti, baik bagi WBP maupun bagi pihak yang terlibat dalam pelayanan rohani.
Kepala Lapas Parepare, Marten, menyampaikan bahwa peringatan hari besar keagamaan merupakan bagian penting dari pembinaan kepribadian WBP, sekaligus wujud komitmen dalam menjunjung tinggi nilai toleransi dan penghormatan terhadap hak beragama.
Melalui peringatan Natal Tahun 2025 ini, Lapas Kelas IIA Parepare menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang humanis, religius, dan inklusif, guna mendukung proses pembinaan WBP agar menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat.
