Tuntut Pemekaran Provinsi, Aliansi Pergerakan Rakyat Luwu Raya Tegas Akan Terus Tagih Janji Negara pada Bangsa Luwu

LUWU UTARA, Portalinsiden.com – Aliansi Pergerakan Rakyat Luwu Raya menggelar unjuk rasa di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Perbatasan Luwu–Luwu Utara, Desa Kalotok, Kecamatan Sabbang Selatan, long march hingga ke Monumen Masamba Affair, Kelurahan Bone, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Senin (29/12/2025).

Aksi ini bertajuk “Deklarasi Perlawanan Rakyat Luwu”. Menggaungkan tuntutan utamanya yakni Mendesak pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya.

Berdasarkan pantauan awak media, pergerakan massa aksi dengan jumlah yang cukup besar ini sempat menimbulkan kemacetan arus lalu lintas di sepanjang jalur tersebut.

Diketahui, sehari menjelang aksi, Minggu (28/12/2025) kemarin, Jenderal Lapangan (Jenlap) Tandi Bali bersama Wakil Jenderal Lapangan (Wajenlap), Reski Aldiansyah, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui surat edaran tertulis kepada masyarakat atas potensi akan terganggunya aktivitas dan juga akses berlalu lintas selama aksi berlangsung.

Jenlap Tandi Bali menegaskan bahwa aksi demonstrasi yang dilakukannya ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi rakyat yang dijamin oleh konstitusi.

“Perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya bukanlah kepentingan segelintir kelompok, melainkan aspirasi historis secara kolektif masyarakat Luwu Raya yang telah lama menagih wujud janji Negara pada Bangsa Luwu,” ujarnya.

Aliansi ini pun mengajak seluruh elemen, baik itu dari kalangan pemuda, pelajar, mahasiswa, petani, buruh, penggiat sosial media (konten kreator) hingga masyarakat pada umumnya untuk ikut berpartisipasi aktif.

“Aksi ini diharapkan menjadi momentum persatuan rakyat Luwu Raya dalam memperjuangkan pemekaran wilayah, sebagai langkah menuju pemerataan pembangunan dan keadilan regional,” tutur Jenlap Tandi.

Kini, sejumlah organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan pun tergabung dalam aksi. “Kami dari aliansi juga mengajak kepada seluruh masyarakat Luwu Raya untuk kembali turun secara serentak pada tanggal 5 Januari 2026 yang akan datang, guna terus menganggungkan tuntutan Pemekaran Provinsi Luwu Raya,” tutupnya.