Kenalkan Pertanian Modern Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unhas Ajak Siswa SD Bertani Hidroponik

PORTAL — Edukasi kemandirian pangan dan gaya hidup sehat terus ditanamkan sejak usia dini. Hal tersebut dilakukan oleh Indri Septiani, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas), melalui kegiatan sosialisasi pertanian modern di UPT SDN 4 Lawawoi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Mahasiswa Fakultas Pertanian Unhas ini memperkenalkan metode budidaya tanaman hidroponik sederhana kepada guru dan siswa sebagai alternatif bercocok tanam yang praktis, bersih, dan tidak membutuhkan lahan luas.

Melalui kegiatan ini, Indri ingin menanamkan pemahaman bahwa pertanian dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan relevan dengan perkembangan teknologi.

Dalam pemaparannya, Indri menekankan keunggulan hidroponik yang tidak hanya hemat lahan, tetapi juga menghasilkan sayuran yang lebih sehat karena tidak menggunakan pestisida kimia. Edukasi mengenai pangan aman menjadi salah satu fokus utama kegiatan tersebut.

“Kami ingin adik-adik siswa paham bahwa menanam sayur tidak harus selalu di sawah. Dengan hidroponik, sudut sekolah atau pekarangan rumah yang sempit bisa dimanfaatkan. Yang paling penting, mereka tahu perbedaan sayur sehat dan bebas residu pestisida,” ujar Indri.

Ia juga menjelaskan konsep dasar hidroponik yang menggunakan air bernutrisi sebagai media tanam. Menurutnya, metode ini sangat cocok dijadikan media pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) karena proses pertumbuhan tanaman mudah diamati, perawatannya bersih, dan hasilnya dapat langsung dinikmati.

Menariknya, metode yang dikenalkan bersifat low budget dengan memanfaatkan botol bekas atau barang sederhana di sekitar sekolah sebagai wadah tanam. Hal ini sekaligus mengajarkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.

Antusiasme terlihat dari para siswa dan guru yang aktif berdiskusi, mulai dari cara meracik nutrisi tanaman hingga teknik pengendalian hama secara alami tanpa bahan kimia berbahaya.

Melalui kegiatan ini, Indri berharap sekolah dapat memanfaatkan lahan kosong menjadi kebun gizi sekolah serta mendorong siswa untuk menerapkan pola hidup sehat dan mengenal teknologi pertanian modern sejak dini.