PORTAL — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, H. Muhammad Idris Usman, memastikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) DDI Batulosso, Lembang akan segera direhabilitasi.
Hal itu diungkap Muh. Idris saat menanggapi informasi masyarakat terkait kondisi madrasah tersebut yang dinilai kurang mendapat perhatian.
Muhammad Idris juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian terhadap dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Pinrang.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian masyarakat terhadap dunia pendidikan. Sekali lagi, terima kasih kami sampaikan atas perhatian dan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan di Bumi Lasinrang. Namun, perlu kami luruskan bahwa pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama, tidak tinggal diam,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kementerian Agama Kabupaten Pinrang telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi MI DDI Batulosso untuk melihat secara objektif kondisi bangunan dan fasilitas sekolah.
Selain itu, sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab pemerintah, Kemenag Pinrang juga telah mengalokasikan serta menyalurkan bantuan dana stimulan yang diperuntukkan khusus bagi perbaikan dan rehabilitasi gedung madrasah tersebut.
Muhammad Idris menambahkan, meskipun MI DDI Batulosso hingga saat ini belum memiliki Izin Operasional (IJOP), pihaknya tetap berkomitmen mendampingi pengelola agar segera memperoleh legalitas tersebut.
“Meski madrasah ini belum memiliki IJOP, kami tetap berkomitmen membantu pengelolanya mendapatkan izin operasional sebagai salah satu syarat untuk memperoleh bantuan dari pemerintah,” jelasnya.
Saat ini, bantuan yang telah dialokasikan tersebut sedang memasuki tahap realisasi fisik. Ia berharap proses rehabilitasi dapat segera selesai sehingga kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih nyaman dan aman bagi para siswa.
Lebih lanjut, Muhammad Idris mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan dalam pengembangan madrasah.
Menurutnya, sesuai nomenklatur terbaru, madrasah swasta kini disebut sebagai madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat, sehingga pengembangannya menjadi tanggung jawab bersama antara yayasan, masyarakat, dan pemerintah.
“Kami sangat terbuka terhadap kritik dan saran yang membangun. Namun, kami juga mengimbau masyarakat agar bijak dalam menyaring informasi sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah akan terus mengawal peningkatan fasilitas pendidikan dan keagamaan di seluruh wilayah Kabupaten Pinrang secara bertahap dan berkeadilan.
“Terima kasih atas perhatian dan dukungan seluruh masyarakat. Mari bersama-sama kita kawal pembangunan pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Pinrang,” tutupnya.
