SMPN 5 Parepare Luncurkan Terasi Akar, Perkuat Adab dan Karakter Siswa

PORTAL — UPTD SMP Negeri 5 Parepare meluncurkan inovasi pendidikan karakter bertajuk Terasi Akar (Literasi Adab dan Karakter melalui Apel Reflektif). Inovasi ini menjadi bagian dari program rutin Pesona Pagi SPENLI yang dirancang untuk memperkuat adab dan karakter murid melalui pembiasaan refleksi diri.

Inovasi tersebut digagas Kepala UPTD SMP Negeri 5 Parepare, Rahmaniar, dengan pendekatan yang mendorong murid tidak sekadar menerima nasihat, tetapi terlibat langsung dalam proses mengenali, mengevaluasi, dan memperbaiki perilaku.

Terasi Akar dilaksanakan melalui Apel Reflektif. Kegiatan yang sebelumnya digelar setiap Rabu tersebut kini dilaksanakan setiap Selasa setelah dilakukan sejumlah pertimbangan.

Dalam apel tersebut, murid tidak hanya mendengarkan arahan dari guru. Mereka diajak berhenti sejenak untuk merenungkan perilaku yang telah dilakukan, termasuk kesalahan terhadap teman, guru maupun orang tua.

Murid kemudian menuliskan kesalahan yang pernah dilakukan, alasan di balik tindakan tersebut, serta langkah yang akan dilakukan untuk memperbaikinya.

Rahmaniar mengatakan, pendekatan tersebut merupakan upaya mengubah pola pembinaan karakter yang sebelumnya lebih banyak disampaikan melalui nasihat menjadi proses yang melibatkan kesadaran murid secara langsung.

“Anak-anak perlu diberi ruang untuk berhenti sejenak dan melihat dirinya sendiri. Mereka tidak hanya diberi tahu apa yang benar dan salah, tetapi diajak menyadari, menuliskan, kemudian memikirkan bagaimana memperbaikinya,” kata Rahmaniar.

Menurutnya, Terasi Akar juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi UPTD SMP Negeri 5 Parepare, yakni Berprestasi, Berbudaya, dan Berdampak.

Penguatan karakter tersebut turut diarahkan pada penerapan nilai budaya Bugis, seperti mattabe’ dan sipakalebbi’ atau saling memuliakan, dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua OSIS UPTD SMP Negeri 5 Parepare, Nur Halifa, mengatakan kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk melihat kembali perilaku yang selama ini dilakukan.

“Biasanya kalau apel kita hanya mendengarkan. Di sini kita diajak berpikir tentang kesalahan yang pernah dilakukan dan bagaimana memperbaikinya. Setelah menulis, kita juga bisa membaca kembali refleksi pada minggu berikutnya,” ujarnya.

Nur Halifa sendiri baru saja dinobatkan lolos seleksi sebagai Duta Anak Kota Parepare Tahun 2026.

Dampak pembiasaan refleksi diri tersebut juga mulai dirasakan di lingkungan keluarga. Ramang, orang tua dari Muh. Fiqra Rahman, murid kelas IX.1 UPTD SMP Negeri 5 Parepare, mengatakan mulai melihat perubahan sikap anaknya dalam keseharian di rumah.

Menurut Ramang, pembiasaan yang dilakukan di sekolah turut mendorong anaknya lebih memperhatikan cara berbicara dan bersikap kepada orang tua.

Ia menilai pembiasaan refleksi diri penting karena karakter tidak cukup dibentuk melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga harus dilatih dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Apresiasi terhadap inovasi tersebut juga disampaikan Ketua Komite UPTD SMP Negeri 5 Parepare, Abd Wahid.

Ia menilai Terasi Akar merupakan langkah positif dalam memperkuat pendidikan karakter karena melibatkan murid secara langsung dalam proses mengenali sekaligus memperbaiki perilakunya.

“Pendidikan bukan hanya soal prestasi akademik. Adab dan karakter juga menjadi bagian penting dari keberhasilan pendidikan. Karena itu, kegiatan yang membiasakan anak untuk menyadari kesalahan dan memperbaiki diri perlu terus didukung,” kata Abd Wahid.

Melalui pelaksanaan secara rutin, Terasi Akar diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan apel di lingkungan sekolah. Pembiasaan tersebut diharapkan terbawa dalam interaksi murid di rumah maupun di tengah masyarakat.

Dengan demikian, nilai mattabe’, sipakalebbi’, kesantunan, serta sikap saling menghargai dapat tumbuh dan menjadi bagian dari karakter murid UPTD SMP Negeri 5 Parepare.