BRILIAn Sadar Risiko Lewat Sosialisasi CCTV

PORTAL — Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Parepare terus memperkuat pemahaman pegawai terhadap pentingnya manajemen risiko dalam mendukung keamanan dan kelancaran operasional perbankan.

Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi sadar risiko kepada pegawai BRI BO Parepare. Materi disampaikan oleh MRR BRI, Sultan, dengan salah satu pembahasan mengenai pentingnya pemanfaatan Closed Circuit Television (CCTV) di lingkungan unit kerja.

Sultan mengatakan, CCTV memiliki peran penting sebagai bagian dari pengawasan operasional, pencegahan risiko, sekaligus menyediakan dokumentasi yang dapat menjadi bukti elektronik apabila terjadi suatu kejadian di lingkungan kerja.

Menurutnya, pengoperasian CCTV secara optimal juga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan nasabah, pekerja, maupun aset perusahaan. Karena itu, keberadaan perangkat pengawasan tidak hanya dipandang sebagai fasilitas keamanan, tetapi juga sebagai salah satu instrumen pengendalian risiko.

“Melalui CCTV, aktivitas di lingkungan kerja dapat terdokumentasi dengan baik sehingga potensi risiko dapat lebih mudah dipantau dan dikendalikan. Karena itu, seluruh pekerja perlu memiliki kesadaran terhadap pentingnya fungsi perangkat pengamanan tersebut,” kata Sultan.

Ia menyampaikan, budaya sadar risiko harus menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari setiap pegawai. Pengendalian risiko, menurutnya, tidak hanya menjadi tanggung jawab fungsi tertentu, melainkan membutuhkan kepedulian dan kedisiplinan seluruh insan BRI.

Sultan juga mengingatkan pentingnya memastikan perangkat CCTV berfungsi optimal, cakupan kamera sesuai kebutuhan pengawasan, serta pengelolaan rekaman dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Pemimpin BRI BO Parepare, Endi Auditya, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan pegawai terhadap berbagai risiko yang dapat muncul dalam kegiatan operasional.

“Kesadaran terhadap risiko perlu terus dibangun di seluruh jajaran. Dengan pemahaman yang baik, setiap pekerja diharapkan mampu mengenali potensi risiko sejak dini sekaligus menjalankan langkah pencegahan sesuai prosedur,” ujar Endi.

Endi berharap materi yang diperoleh tidak sebatas dipahami saat sosialisasi, tetapi dapat diterapkan secara konsisten dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan demikian, pelayanan kepada nasabah dapat berjalan aman, tertib, dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.