PORTAL — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Hernowo, meresmikan proyek perubahan berbasis smart farming di Lapas Kelas IIA Parepare, Kamis (1/10/2026).
Program ini mengembangkan pembinaan kemandirian warga binaan melalui pertanian modern dan penguatan ketahanan pangan.
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Parepare beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Proyek perubahan yang digagas Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Marten, mengusung judul “Transformasi Pembinaan Kemandirian WBP melalui Ekosistem Ketahanan Pangan Cerdas Berkelanjutan di Lapas Kelas IIA Parepare.”
Melalui inovasi tersebut, Lapas Parepare memadukan budidaya hidroponik, kebun ketahanan pangan, dan pemanfaatan teknologi smart farming sebagai sarana pembinaan keterampilan warga binaan.
Usai peresmian, Hernowo bersama Wali Kota Parepare dan jajaran Forkopimda meninjau greenhouse budidaya hidroponik serta kebun ketahanan pangan yang dikembangkan di lingkungan lapas.
Rombongan melihat penerapan sistem smart farming dalam pengelolaan area budidaya. Pemanfaatan teknologi ini diarahkan untuk mendukung kegiatan pertanian yang lebih terencana, efisien, dan berkelanjutan.
Fasilitas tersebut juga menjadi ruang praktik bagi warga binaan untuk mempelajari budidaya pertanian modern. Dengan pendekatan ini, pembinaan kemandirian dikembangkan agar mencakup keterampilan bertani sekaligus pemahaman pemanfaatan teknologi.
Kehadiran pemerintah daerah dan Forkopimda menjadi momentum memperkuat sinergi dalam mendukung program pembinaan di Lapas Parepare, khususnya pengembangan ekosistem ketahanan pangan.
Integrasi hidroponik, kebun pangan, dan smart farming menjadi langkah Lapas Parepare untuk menghadirkan pembinaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat “Bergerak Prima, Pelayanan Luar Biasa.”
