Kadis DP3A Parepare Jadi Pembina Apel di SMPN 5 Parepare

PORTAL — Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Parepare, Drs. Ahmad Masdar, menjadi Pembina Apel di SMP Negeri 5 Kota Parepare sekaligus memberikan sosialisasi kepada para siswa(i) terkait berbagai persoalan yang dapat mengancam keselamatan dan masa depan generasi muda.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran pelajar mengenai pentingnya membangun karakter, menjaga pergaulan, serta melindungi diri dari berbagai pengaruh negatif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Dalam sosialisasinya, Ahmad Masdar mengangkat enam materi penting yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari para pelajar.

Salah satu perhatian utama adalah pencegahan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya saling menghargai, menghormati perbedaan, serta tidak melakukan tindakan kekerasan, baik secara fisik maupun verbal.

“Kami juga menekankan bahaya penyalahgunaan narkoba dan zat adiktif terlarang yang dapat merusak kesehatan, pendidikan, serta masa depan generasi muda,” ujarnya.

Materi lainnya mencakup pemahaman mengenai adab dan batas pergaulan. Edukasi ini bertujuan agar para siswa mampu membangun hubungan sosial yang sehat, menjaga sikap, serta memahami batasan dalam berinteraksi dengan orang lain.

Tidak kalah penting, para pelajar juga diberikan pemahaman tentang kemampuan menjaga dan melindungi diri dari berbagai potensi ancaman, termasuk kekerasan dan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan pribadi.

Di tengah kondisi kualitas udara yang terdampak kabut asap, Ahmad Masdar turut memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan mengurangi risiko paparan polusi udara.

Para siswa juga mendapatkan pembekalan mengenai kesadaran hukum dan keselamatan berlalu lintas, termasuk pentingnya mematuhi aturan serta mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di jalan raya.

Melalui kegiatan tersebut, DP3A Kota Parepare berupaya memperkuat edukasi perlindungan anak sejak dini, khususnya di lingkungan pendidikan.

Sosialisasi ini diharapkan dapat membentuk pelajar yang berkarakter, disiplin, sadar hukum, serta memiliki kemampuan melindungi diri dari berbagai ancaman.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan, sehingga para siswa dapat mengikuti proses pendidikan dengan baik dan tumbuh menjadi generasi yang berkualitas.