PORTAL — Pengurus Ikatan Duta Lingkungan Hidup (IKADAH) Sulawesi Selatan resmi menetapkan Asnun sebagai Ketua Umum periode 2026–2028. Penetapan tersebut menjadi momentum baru bagi organisasi dalam memperkuat gerakan kepedulian lingkungan di Sulawesi Selatan.
Asnun dikenal memiliki rekam jejak kepemimpinan di berbagai organisasi. Ia merupakan demisioner Ketua Umum IKADAH Kota Parepare periode 2024–2025, demisioner Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (Himapol UINAM) periode 2025–2026, serta salah satu pendiri Sahabat Pecinta Alam Kota Parepare.
Asnun menegaskan pentingnya membangun kembali kesadaran kolektif organisasi agar tidak hanya bergerak pada aktivitas formal semata, tetapi mampu menjadi instrumen perubahan sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, IKADAH harus diperkuat sebagai ruang dialektika, konsolidasi gagasan, serta wadah kerja nyata yang menyentuh persoalan lingkungan hingga tingkat akar rumput.
“Struktur kabupaten/kota tidak boleh sekadar menjadi administrasi kelembagaan, melainkan harus berfungsi sebagai motor gerakan, pusat inisiatif, dan ruang artikulasi persoalan lingkungan yang hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.
Kepemimpinan baru ini juga diharapkan mampu mengubah cara pandang publik terhadap eksistensi duta lingkungan hidup yang selama ini kerap dianggap sebatas simbol seremonial.
Asnun menilai, duta lingkungan hidup sejatinya merupakan ruang pengabdian yang menuntut kesadaran moral, tanggung jawab intelektual, serta keberpihakan nyata terhadap krisis ekologis yang dihadapi masyarakat.
“Organisasi tidak boleh terjebak dalam romantisme simbolik, tetapi harus hadir dengan kerja-kerja konkret yang terukur dan berpihak pada kepentingan lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.
Di bawah kepemimpinan Asnun, IKADAH Sulsel diharapkan mampu keluar dari stagnasi peran dan menjadi kekuatan kolektif yang progresif, kritis, serta responsif terhadap tantangan lingkungan di era perubahan zaman.
