PORTAL — Pemerintah Kota Parepare terus melakukan penataan aset daerah, termasuk tanah dan bangunan di Jalan Bau Massepe yang saat ini ditempati Inkubator binaan Dinas Tenaga Kerja, Pojok UMKM.
Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Parepare, Laode Rahman, mengatakan pemerintah tetap berkomitmen mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebagai bentuk dukungan tersebut, Pemkot telah menyiapkan lokasi relokasi Pojok UMKM di Balai Ainun Habibie.
Menurut Laode, Balai Ainun Habibie dipilih sebagai lokasi relokasi karena dinilai menjadi opsi terbaik berdasarkan hasil sejumlah rapat koordinasi yang telah dilakukan.
“Dalam beberapa rapat koordinasi, Balai Ainun Habibie menjadi pilihan terbaik yang dimiliki pemerintah saat ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Balai Ainun Habibie juga telah memiliki fasilitas pendukung untuk pengembangan UMKM. Saat ini, di lantai satu gedung tersebut telah tersedia etalase kerajinan tangan milik Dekranasda yang dapat menjadi daya tarik bagi pengunjung.
Laode mengungkapkan, Feri yang selama ini menjadi pengelola sekaligus pembina Pojok UMKM sempat menyatakan kesediaannya untuk direlokasi. Namun belakangan, yang bersangkutan berubah pandangan dan memilih tetap bertahan di lokasi saat ini.
Meski demikian, pemerintah tetap menghargai peran Feri dalam membina pelaku UMKM selama ini dan terus membuka ruang komunikasi untuk mencari solusi terbaik.
“Kami tetap menghargai dan menghormati Bapak Feri sebagai pembina Pojok UMKM selama ini sehingga kami tetap menjalin komunikasi yang baik. Hanya saja dalam penataan aset dan memaksimalkan potensi, maka relokasi menjadi opsi yang diambil,” kata Laode.
Pemkot Parepare menegaskan, penataan aset daerah dilakukan sebagai bagian dari upaya optimalisasi pemanfaatan aset pemerintah. Tanah dan bangunan yang saat ini ditempati Pojok UMKM direncanakan akan dimaksimalkan untuk mendukung penataan kawasan sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
