Harga Sayur di Pasar Melonjak, Timun Naik 200 Persen

PORTAL — Harga sejumlah komoditas sayur mayur di Pasar Lakessi mengalami kenaikan signifikan sejak awal Agustus 2026. Kenaikan paling mencolok terjadi pada harga timun yang melonjak hingga 200 persen.

Salah seorang pedagang di Pasar Lakessi, Hasna, mengatakan harga timun di tingkat pedagang mengalami kenaikan hingga tiga kali lipat dibandingkan harga sebelumnya.

“Naik sekali sekarang (harga timun). Kalau dulu kita beli Rp300 ribu per karung, sekarang naik sampai Rp900 ribu per karung. Jadi satu biji sekarang kita jual Rp5.000,” ujar Hasna, Rabu (12/8/2026).

Tak hanya timun, Hasna menyebut sejumlah jenis sayuran lainnya juga mengalami kenaikan harga.

Harga buncis yang sebelumnya berada di kisaran Rp10 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp20 ribu per kilogram atau mengalami kenaikan 100 persen.

Wortel juga mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp12 ribu per kilogram menjadi Rp18 ribu per kilogram. Sementara harga cabai rawit naik dari Rp35 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram.

Menurut Hasna, lonjakan harga tersebut diduga berkaitan dengan kondisi musim kemarau yang berkepanjangan. Kondisi cuaca itu diperkirakan memengaruhi hasil produksi petani sehingga pasokan sayuran ke pasar berkurang.

“Kayaknya karena kemarau, sehingga petani diperkirakan gagal panen, atau hasil panen kurang, sehingga harga yang didapat mahal,” ungkapnya.

Kenaikan harga sejumlah komoditas sayuran tersebut membuat pedagang harus menyesuaikan harga jual kepada konsumen. Terlebih, kenaikan harga timun yang mencapai tiga kali lipat menjadi salah satu yang paling terasa di Pasar Lakessi.