Pertamina Optimalkan Penyaluran BBM di Wilayah Sulsel

PORTAL — Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus melakukan optimalisasi penyaluran BBM guna menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, dinamikan penyaluran BBM saat ini terutama terjadi di wilayah Kota Makassar, Kota Parepare, Kabupaten Maros, Kabupaten Bone, Kabupaten Wajo, dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh peningkatan kebutuhan BBM, khususnya dari sektor angkutan logistik, serta aktivitas masyarakat pada periode panen dan tanam. Selain itu, adanya perbedaan harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi turut memengaruhi pola konsumsi masyarakat.

“Dinamika yang terjadi di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan merupakan akibat dari peningkatan permintaan BBM. Saat ini kebutuhan meningkat, antara lain karena aktivitas angkutan logistik serta periode panen dan tanam di sejumlah wilayah. Disparitas harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi juga turut memengaruhi pergeseran pola konsumsi masyarakat,” ujar Lilik.

Lilik menyampaikan bahwa Pertamina telah melakukan sejumlah langkah operasional untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Upaya tersebut antara lain dengan mengoperasikan titik suplai atau depot lebih awal, menambah jam operasional serta meminta SPBU untuk beroperasi lebih awal, dan melakukan penambahan suplai ke SPBU hingga 15% dari kondisi normal.

“Dari sisi operasional, kami terus menyesuaikan pola distribusi dengan kondisi di lapangan. Penambahan suplai hingga 15%, pengoperasian depot dan SPBU lebih awal, serta penambahan mobil tangki perbantuan atau spot charter terus dilakukan untuk mendukung ketersediaan BBM di SPBU yang memiliki kebutuhan tinggi,” jelas Lilik.

Selain penguatan pasokan, Pertamina juga melakukan pengaturan pelayanan di SPBU. Petugas marshal dikerahkan untuk membantu mengatur kendaraan di SPBU, memberikan opsi SPBU terdekat, serta menjaga agar pelayanan dapat berjalan lebih tertib.

Di sisi pengawasan, Pertamina terus melakukan evaluasi terhadap pola transaksi dan kendaraan yang terindikasi melakukan pembelian berulang atau tidak wajar. Hingga saat ini, sebanyak 4.767 nomor polisi kendaraan telah dilakukan pemblokiran sebagai bagian dari upaya mencegah penyalahgunaan BBM subsidi.

“Pengawasan juga terus kami perkuat. Kami melakukan evaluasi terhadap nomor polisi yang terindikasi melakukan pembelian berulang atau tidak wajar, termasuk melakukan pemblokiran. Kami juga telah memasang pengumuman larangan pengisian bagi kendaraan yang terindikasi melakukan penyalahgunaan di sejumlah SPBU,” tambah Lilik.

Pertamina juga telah melakukan pembinaan terhadap 110 SPBU sebagai bagian dari upaya memastikan pengelolaan dan penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan. Dari proses tersebut, sebanyak 63 SPBU telah mendapatkan sanksi berupa penghentian sementara penyaluran selama kurun waktu tertentu sesuai hasil evaluasi dan ketentuan yang berlaku.

Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, Pertamina turut memberikan opsi penggunaan BBM jenis JBU sebagai produk substitusi, khususnya bagi konsumen yang membutuhkan BBM dengan spesifikasi sesuai kendaraannya.

“Kami terus melakukan evaluasi secara berkala dan mengambil langkah yang diperlukan berdasarkan kondisi di lapangan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar pelayanan dapat berlangsung lebih tertib dan kebutuhan masyarakat lainnya tetap dapat terpenuhi,” tutur Lilik.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Hiswana Migas, serta pemangku kepentingan terkait untuk menjaga kelancaran distribusi dan pelayanan BBM di wilayah Sulawesi Selatan.