Samad menyebutkan, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, dan Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, ditetapkan sebagai dua wilayah percontohan atau piloting integrasi agenda mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Pemilihan kedua wilayah tersebut didasarkan pada informasi Pemerintah Daerah, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), yang mengidentifikasi Lapadde dan Lumpue sebagai wilayah dengan dampak cukup besar ketika terjadi bencana alam.
Melalui kegiatan ini, YLP2EM berupaya meningkatkan pengetahuan, perspektif, dan keterampilan pengurus serta anggota Kelompok Konstituen dalam memahami persoalan perubahan iklim dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
Selain itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk mendorong Pemerintah Kelurahan Lapadde menyusun kajian risiko dan rencana aksi adaptasi perubahan iklim sebagai dasar penguatan kesiapsiagaan bencana.
Samad juga mendorong adanya pembentukan tim tanggap bencana melalui Surat Keputusan (SK) di tingkat kelurahan agar tersedia perangkat kelembagaan yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam menghadapi potensi bencana.
“Harapannya, Kelurahan Lapadde bisa menjadi contoh wilayah yang memiliki kesiapan dan kesiapsiagaan ketika menghadapi bencana, termasuk perangkat dan langkah mitigasinya,” ungkapnya.
Dalam sesi diskusi, peserta turut mengidentifikasi berbagai potensi bencana yang terjadi di Kelurahan Lapadde selama kurun waktu 10 tahun terakhir.
Sejumlah ancaman yang mengemuka antara lain banjir, kebakaran lahan, tanah longsor, angin kencang, hingga kemarau panjang.
Diskusi juga membahas tingkat bahaya, kerentanan wilayah, serta berbagai persoalan yang dihadapi kelompok rentan akibat perubahan iklim.
Hasil pembahasan tersebut menjadi bahan penyusunan draf kajian risiko dan rencana aksi adaptasi perubahan iklim yang diharapkan dapat ditindaklanjuti bersama pemerintah kelurahan dan masyarakat.
Melalui penguatan Kelompok Konstituen ini, YLP2EM berharap masyarakat semakin berdaya, mampu mengenali potensi dan risiko di lingkungannya, serta mengambil langkah mandiri dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

