PORTAL — Anggota DPRD Kota Parepare dari Fraksi PKB, Andi Muhammad Fudail (AFU), menyoroti persoalan data desil dan belum terealisasinya sejumlah bantuan masyarakat saat menggelar temu konstituen dan penjaringan aspirasi di Daerah Pemilihan Soreang, Ahad (8/11/2026).
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai kebutuhan, termasuk bantuan etalase, peralatan pertukangan, mesin jahit, serta bantuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Andi Fudail mengungkapkan, sejumlah usulan bantuan belum dapat direalisasikan hingga tahun ini karena keterbatasan anggaran daerah dan kebijakan efisiensi. Kondisi tersebut menjadi kendala dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang telah dihimpun.
Selain persoalan anggaran, ia menyoroti ketidaksesuaian data desil yang ditemukan di lapangan.
“Terdapat warga yang sebelumnya tercatat pada desil 2 atau 3, tetapi kemudian bergeser ke desil 6 atau 7, meskipun kondisi ekonominya dinilai belum menunjukkan perubahan yang sepadan,” ujarnya.
Berdasarkan peninjauan langsung, Andi Fudail menilai sejumlah warga semestinya masih berada pada kelompok desil bawah. Ia menduga terdapat kekeliruan dalam penginputan data sehingga perlu dilakukan pemeriksaan dan pembaruan.
“Kita meminta pemerintah mengevaluasi pendataan tersebut agar kondisi yang tercatat sesuai dengan keadaan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, validasi dinilai penting untuk memastikan bantuan dapat menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.
Dalam kesempatan itu, turut mengemuka keluhan mengenai biaya operasional yang harus dikeluarkan warga untuk mengurus administrasi dan proses validasi data.
Andi Fudail berharap perbaikan data segera dituntaskan. Dengan data yang telah tervalidasi, ia mendorong bantuan yang memungkinkan untuk disalurkan dapat direalisasikan pada sisa tahun anggaran hingga Desember 2026.

