Kenaikan BBM Pengaruhi Operasional Kapal dan Tarif Penyeberangan

PORTAL — PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Parepare melakukan penyesuaian tarif tiket penumpang dan kendaraan sebagai dampak meningkatnya biaya operasional kapal yang dipengaruhi kenaikan harga BBM dan komponen pendukung pelayaran.

Kepala Kantor Cabang PT Dharma Lautan Utama (DLU) Parepare, Budiono, mengatakan dampak kenaikan BBM tidak dirasakan secara langsung pada operasional kapal karena bahan bakar yang digunakan masih mendapatkan subsidi. Namun, biaya operasional tetap mengalami peningkatan akibat naiknya harga berbagai kebutuhan pendukung, terutama suku cadang kapal.

“Kalau dampak secara langsung itu tidak ada, karena untuk harga BBM subsidi sendiri tidak naik. Hanya saja tetap ada efek, sebab komponen untuk mengoperasikan kapal tidak hanya BBM,” ujar Budiono saat ditemui di Pelabuhan Nusantara Parepare, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, sebagian besar suku cadang kapal didatangkan dari luar negeri sehingga sangat dipengaruhi oleh kenaikan harga dan biaya pengadaan. Kondisi tersebut membuat biaya perawatan armada ikut meningkat.

“Suku cadang dari luar negeri menimbulkan kenaikan yang cukup signifikan. Jadi bukan BBM secara langsung, tetapi efek dari kenaikan biaya secara umum yang akhirnya berdampak pada operasional kapal,” jelasnya.

Sebagai bentuk penyesuaian terhadap kenaikan biaya operasional tersebut, PT DLU telah menaikkan tarif tiket penumpang dan kendaraan dengan rata-rata sebesar 2,5 persen.

Meski terjadi kenaikan tarif, jumlah penumpang yang menggunakan layanan kapal DLU melalui Pelabuhan Nusantara Parepare masih menunjukkan tren positif. Setelah momentum Hari Raya, jumlah pengguna jasa angkutan laut tetap stabil bahkan mengalami peningkatan.

Budiono mengungkapkan jumlah penumpang meningkat sekitar 25 persen dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap transportasi laut masih cukup tinggi.

“Penumpang masih stabil bahkan ada peningkatan sekitar 25 persen. Yang berkurang justru kendaraan pengangkut logistik,” katanya.

Sementara itu, kendaraan logistik yang berangkat dari Parepare menuju Kalimantan mengalami penurunan cukup signifikan. Menurut Budiono, kondisi tersebut dipengaruhi kenaikan harga sejumlah komoditas di Sulawesi yang berdampak pada aktivitas distribusi barang antar pulau.

“Untuk kendaraan logistik yang berangkat ke luar pulau turun hingga sekitar 60 persen,” ungkapnya.

Sebagai salah satu perusahaan pelayaran nasional, PT Dharma Lautan Utama terus berperan dalam melayani angkutan penumpang dan distribusi barang dari Parepare menuju Kalimantan melalui Pelabuhan Nusantara.

Saat ini DLU mengoperasikan dua armada untuk melayani rute tersebut, yakni KM Dharma Kartika IX untuk rute Parepare–Balikpapan dan KM Dharma Ferry untuk rute Parepare–Batulicin.

Dengan layanan tersebut, DLU tetap menjadi salah satu tulang punggung konektivitas transportasi laut dan distribusi logistik di kawasan Indonesia Timur.