Kepala SMP 5 Terpilih Ikuti ToT Fasilitator Pembelajaran Mendalam Angkatan I

PORTAL — Kepala UPTD SMP Negeri 5 Parepare, Rahmaniar, terpilih mengikuti Training of Trainers (ToT) Fasilitator Pembelajaran Mendalam bagi Guru yang diselenggarakan oleh Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan ini berlangsung pada 21–24 Juni 2026 di BBGTK Sulawesi Selatan.

Pada angkatan pertama ToT ini, Rahmaniar menjadi satu-satunya peserta dari jenjang SMP yang terpilih, sekaligus mewakili Kota Parepare bersama tiga peserta lainnya, yakni tiga orang pengawas atas nama Enceng, Bahriah, Fitriani, serta satu guru SD, Sulham.

Kepala BBGTK Sulawesi Selatan, Dr Arman Agung, saat membuka kegiatan pada Minggu (21/6) menyampaikan bahwa peserta yang terpilih merupakan sosok pilihan dengan rekam jejak dan kecakapan yang telah teruji, khususnya saat bertugas sebagai Pengajar Pembelajaran Mendalam pada tahun 2025.

“Para peserta yang hadir merupakan figur yang telah melalui proses seleksi dan memiliki pengalaman dalam implementasi pembelajaran mendalam di satuan pendidikan masing-masing,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arman Agung menegaskan bahwa para peserta ToT akan menjalankan tugas sebagai fasilitator di daerah mulai Juli hingga November 2026 melalui tujuh siklus kegiatan pada komunitas belajar yang menjadi sasaran dan direkomendasikan oleh Dinas Pendidikan setempat.

Ia juga berharap agar para peserta dapat memanfaatkan momentum pelatihan ini untuk memperdalam kompetensi, khususnya dengan belajar langsung dari fasilitator nasional, mengingat peran strategis mereka ke depan sebagai fasilitator daerah.

Di Kota Parepare, terpilihnya Rahmaniar menjadi perhatian tersendiri mengingat dirinya baru menjabat lebih dari empat bulan sebagai Kepala UPTD SMP Negeri 5 Parepare. Meski demikian, ia dipercaya sebagai Pengajar Pembelajaran Mendalam Bagi Guru SMP pada 2025 lalu.

Kegiatan ToT ini diharapkan menjadi ruang penguatan kapasitas bagi para pendidik dan tenaga kependidikan dalam mendorong transformasi pembelajaran yang lebih bermakna dan berpusat pada murid di daerah masing-masing.