Pangkep – Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Tahun Akademik 2026/2027 Posko 12 Desa Gentung, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, melaksanakan kegiatan Evidence Based Learning (EBL) II di Baruga Kantor Desa Gentung, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri Penanggung Jawab (PJ) Posyandu Puskesmas Labakkang, Takdir Patompo, SKM, mewakili Kepala Puskesmas, Sekretaris Desa Gentung Nurbaya Malik, Koordinator Desa Sandiza Maryam P., Sekretaris Posko Nurhikmah, kader kesehatan, petugas kesehatan desa, perangkat desa, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Takdir Patompo menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan EBL II sebagai bentuk kolaborasi dalam meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya pada kelompok rentan seperti balita, baduta, remaja putri, ibu hamil, dan ibu menyusui.
“Kami siap menjadi mitra dalam pelaksanaan kegiatan ini. Semoga hasilnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam upaya peningkatan derajat kesehatan,” ujarnya.
Sekretaris Desa Gentung, Nurbaya Malik, berharap kegiatan tersebut mampu membantu pemerintah desa dalam mengidentifikasi berbagai persoalan gizi sehingga dapat menjadi dasar penyusunan program intervensi yang tepat sasaran pada tahap berikutnya.
Sementara itu, Koordinator Desa Sandiza Maryam menjelaskan bahwa EBL II merupakan lanjutan pembelajaran berbasis masyarakat yang bertujuan mengidentifikasi permasalahan gizi dan kesehatan secara langsung di lapangan sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu kehidupan sehat dan sejahtera.
Pada tahap ini, mahasiswa melakukan pendataan dan pengukuran antropometri terhadap lima kelompok sasaran prioritas, yakni remaja putri, ibu hamil, ibu menyusui, baduta, dan balita. Pengukuran meliputi Lingkar Lengan Atas (LILA), tinggi badan, panjang badan, serta berat badan sesuai prosedur standar agar menghasilkan data yang akurat.
Selain pengukuran, mahasiswa juga melakukan wawancara terkait kondisi kesehatan, pola makan, serta faktor-faktor yang memengaruhi status gizi masyarakat. Pendataan dilakukan secara door to door maupun di titik pelayanan kesehatan yang telah ditentukan.
Data yang terkumpul akan dianalisis untuk menentukan prioritas permasalahan gizi beserta faktor penyebabnya. Hasil analisis tersebut menjadi dasar penyusunan program intervensi pada tahapan Evidence Based Learning (EBL) III, sehingga program yang dirancang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat Desa Gentung.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik dan keterampilan lapangan, tetapi juga memperkuat perannya sebagai agen perubahan dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat melalui pendekatan berbasis data dan bukti ilmiah.
(Hasra)
